KABARIKA.ID, JAKARTA – Penyaluran pupuk bersubsidi nasional terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi distribusi telah mencapai lebih dari 4,3 juta ton atau 44,4 persen dari total alokasi nasional tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari perbaikan tata kelola dan dukungan PT Pupuk Indonesia yang berhasil meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga ketersediaan pupuk bagi petani.
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah terus mempercepat distribusi pupuk bersubsidi untuk memastikan kebutuhan petani selama musim tanam dapat terpenuhi. Dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton pada 2026, lebih dari 4,3 juta ton telah tersalurkan ke berbagai daerah.
Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, ketersediaan pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian nasional, terutama untuk komoditas strategis seperti padi, jagung, dan tanaman hortikultura.
Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai perbaikan dalam tata kelola pupuk bersubsidi agar proses penebusan menjadi lebih mudah dan distribusi semakin cepat.
Zulhas juga mengajak para petani memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
“Pergunakan momentum ini sebaik-baiknya untuk membuat petani kita lebih sejahtera,” ujar Zulhas kepada wartawan.
Ia menjelaskan, keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian juga diwujudkan melalui kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Kebijakan tersebut dapat diterapkan berkat meningkatnya efisiensi yang dilakukan PT Pupuk Indonesia.
Menurut Zulhas, perubahan mekanisme subsidi dari skema cost plus menjadi mark to market turut mendukung penurunan harga tanpa membebani tambahan anggaran subsidi pemerintah.
“Penurunan HET ini karena ada perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi mark to market. Ini berkat dukungan dari Pupuk Indonesia,” katanya.
Selain mampu menjaga distribusi pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga tetap menjalankan ekspansi melalui pembangunan sejumlah pabrik baru tanpa menambah beban subsidi negara.
Pemerintah berharap distribusi pupuk yang semakin lancar dan harga yang lebih terjangkau dapat mendorong peningkatan hasil produksi pertanian nasional. Dengan dukungan tersebut, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah.
Perbaikan tata kelola yang terus dilakukan juga diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi secara optimal pada setiap musim tanam.

