Site icon KABARIKA

Kementan Percepat Cetak Sawah 2.000 Hektare di Papua Pegunungan, Perkuat Fondasi Swasembada Pangan

KABARIKA.ID, WAMENA–  Kementerian Pertanian terus memperluas pengembangan lahan pertanian melalui program cetak sawah di Papua Pegunungan yang ditargetkan mencapai total 2.000 hektare pada 2026. Upaya ini menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan tanam padi perdana di Kampung Perabaga, Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (20/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan program cetak sawah seluas 1.910 hektare yang dilaksanakan Kementerian Pertanian di Provinsi Papua Pegunungan.

Dibeberapa kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan sawah baru di Papua merupakan visi besar pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, Papua memiliki potensi besar untuk menjadi sentra produksi pangan baru yang mampu memenuhi kebutuhan wilayahnya sendiri.

“Mimpi kita adalah seluruh pulau di Indonesia swasembada pangan. Dengan begitu, tidak perlu lagi pengangkutan pangan antarpulau. Ini adalah solusi permanen untuk mengatasi persoalan inflasi,” ujar Mentan Amran.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, mengatakan pengembangan sawah di Papua Pegunungan merupakan langkah nyata pemerintah dalam membuka sentra produksi pangan baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Saya melihat luar biasa semangat mama-mama dan kakak-kakak semua untuk mengelola sawahnya. Program cetak sawah yang diprogramkan pemerintah saat sekarang ini sesungguhnya adalah dari masyarakat untuk masyarakat,” ujar Hermanto saat menghadiri kegiatan tanam perdana di Wamena.

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat adat dan menghormati hak ulayat yang berlaku.

“Tidak ada perampasan atau pengambilalihan hak ulayat. Semua yang kita kerjakan sudah disepakati bersama oleh tokoh adat, masyarakat adat, dan petani semua,” tegasnya.

Menurut Hermanto, program cetak sawah di Papua Pegunungan merupakan kelanjutan dari keberhasilan pengembangan lahan sawah seluas 90 hektare yang telah diselesaikan sebelumnya. Capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk memperluas areal sawah hingga total 2.000 hektare pada tahun ini.

“Sekarang baru 90 hektare yang sudah selesai. Tahun ini kita lanjutkan cetak sawah di Papua Pegunungan seluas 1.910 hektare. Jadi 90 tambah 1.910, menjadi 2.000 hektare kita selesaikan tahun 2026 ini,” katanya.

Untuk memastikan keberlanjutan usaha tani, Kementerian Pertanian juga menyiapkan berbagai dukungan produksi mulai dari benih padi unggul, pupuk dolomit, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi petani penggarap.

“Khusus untuk Papua Pegunungan ini, kita berikan prioritas untuk bisa membangun pertaniannya, terutama pangannya. Makanya saya sampai dua kali datang ke sini dalam waktu sebulan. Mungkin nanti saya akan sering datang ke sini,” ungkapnya.

Hermanto berharap lahan sawah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kelompok tani dan masyarakat sehingga mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

“Tolong dijaga sawahnya supaya sawah ini terus dimanfaatkan. Jangan ditinggalkan. Dengan punya sawah, ini bisa memperbaiki kehidupan kita saat ini maupun ke depan dan memberikan masa depan kepada anak cucu kita semua,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pemetaan Andy Wijanarko, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Pegunungan Elai Giban yang mewakili Gubernur Papua Pegunungan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan, jajaran OPD terkait, tokoh adat, tokoh agama, serta kelompok tani dan masyarakat setempat. (*)

 

Exit mobile version