KABARIKA.ID, MELBOURNE – Masyarakat Muslim Indonesia di Melbourne, Australia, menorehkan sejarah baru dengan dimulainya pembangunan Masjid Hajjah Yuliana. Momentum tersebut ditandai melalui Pengajian Akbar dan peletakan batu pertama yang digelar pada Sabtu (27/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masjid Hajjah Yuliana akan dibangun di atas sebuah properti yang sebelumnya merupakan bekas kantor polisi (former police station).
Lokasi tersebut berhasil dibeli berkat semangat gotong royong masyarakat Muslim Indonesia di Melbourne bersama para wakif dan donatur yang memiliki visi menghadirkan pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan umat bagi generasi mendatang.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh Jusuf Kalla. Acara itu juga dihadiri para tokoh masyarakat, ulama, pengusaha, serta komunitas Muslim Indonesia yang bermukim di Australia.
Pembangunan masjid ini turut mendapat dukungan dari pengusaha asal Nagari Sulit Air, Sumatera Barat, H. Yendra Fahmi. Nama Masjid Hajjah Yuliana diabadikan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah ibundanya, Hajjah Yuliana, sekaligus menjadi simbol cinta dan bakti seorang anak kepada orang tua.
Dalam tausiyahnya, Dasaad Latief menegaskan bahwa pembangunan Masjid Hajjah Yuliana memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mendirikan sebuah bangunan.
“Bagi kami, masjid ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol cinta, penghormatan, dan bakti kepada orang tua, sekaligus warisan kebaikan yang diharapkan terus mengalir manfaatnya bagi umat,” ujarnya.
Menurutnya, penamaan Masjid Hajjah Yuliana menjadi contoh nyata bagaimana nilai berbakti kepada orang tua dapat diwujudkan dalam bentuk amal jariyah yang manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Jusuf Kalla mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Indonesia di perantauan yang berhasil mewujudkan pembangunan rumah ibadah di Australia. Ia menilai masjid tidak hanya menjadi tempat untuk beribadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembinaan, pemberdayaan umat, dan penguatan persaudaraan.
Ke depan, Masjid Hajjah Yuliana diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat Muslim, khususnya diaspora Indonesia di Melbourne dan negara bagian Victoria. Kehadiran masjid ini juga menjadi bukti nyata kontribusi warga Indonesia di luar negeri dalam memperkuat ukhuwah, membangun kebersamaan, serta mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi berikutnya.
Lebih dari sekadar rumah ibadah, Masjid Hajjah Yuliana diharapkan menjadi simbol bahwa nilai bakti kepada orang tua, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama tetap hidup dan terus berkembang di mana pun masyarakat Indonesia berada. (*)
