Site icon KABARIKA

Pupuk Indonesia-Pertamina Teken MoU, Siap Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Indonesia

KABARIKA.ID, JAKARTA – Dua BUMN strategis, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Pertamina (Persero), resmi memperkuat sinergi untuk menopang ketahanan energi dan ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor strategis, mulai dari pengembangan metanol, optimalisasi pemanfaatan gas bumi, clean ammonia, hingga energi baru terbarukan sebagai bagian dari penguatan industri nasional dan implementasi Asta Cita pemerintah.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi bersama Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan kekuatan kedua perusahaan dalam membangun rantai nilai industri yang semakin terintegrasi. Sinergi itu mencakup penyediaan energi, pemanfaatan gas bumi sebagai bahan baku industri, hingga pengembangan berbagai produk hilir yang memiliki nilai tambah.

Menurut Rahmad, kerja sama antar-BUMN merupakan strategi penting untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintah.

Ia menjelaskan, Pupuk Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengolah gas bumi sebagai bahan baku utama industri pupuk dan petrokimia. Bahkan, perusahaan saat ini merupakan produsen urea terbesar di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

Sementara itu, Pertamina memiliki kapasitas dan pengalaman yang kuat di sektor energi nasional. Kombinasi keunggulan tersebut dinilai membuka peluang besar untuk mengembangkan berbagai proyek strategis yang saling mendukung.

“Sebagai produsen urea terbesar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara, Pupuk Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengolah gas bumi sebagai bahan baku utama industri pupuk dan petrokimia. Sementara Pertamina memiliki kekuatan besar di sektor energi nasional. Kolaborasi ini membuka ruang bagi kedua perusahaan untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis,” ujar Rahmad.

Melalui MoU tersebut, kedua perusahaan akan menjajaki kerja sama dalam pengembangan metanol dan berbagai produk kimia, penyediaan serta pemanfaatan gas bumi untuk menghasilkan produk bernilai tambah, hingga pengembangan energi bersih seperti green hydrogen dan green ammonia.

Selain itu, ruang lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan teknologi pendukung industri dan berbagai peluang kolaborasi lainnya yang dapat memperkuat sektor energi maupun industri nasional.

Rahmad menegaskan, ketahanan energi dan ketahanan pangan kini tidak lagi dapat dipisahkan karena keduanya menjadi fondasi utama bagi kedaulatan bangsa.

“Ke depan, ketahanan pangan dan ketahanan energi tidak dapat lagi dipandang sebagai dua hal yang terpisah. Keduanya saling terkait dan menjadi fondasi utama bagi kedaulatan bangsa. Karena itu, sinergi antara Pupuk Indonesia dan Pertamina menjadi langkah strategis untuk memperkuat kedua aspek tersebut secara bersamaan,” katanya.

Ia optimistis kolaborasi tersebut tidak hanya menciptakan efisiensi operasional bagi kedua perusahaan, tetapi juga memperkuat fondasi industri nasional melalui peningkatan keandalan pasokan bahan baku, percepatan hilirisasi sumber daya alam, serta peningkatan daya saing industri Indonesia.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menilai sinergi tersebut merupakan implementasi nyata Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam membangun kemandirian bangsa melalui swasembada energi dan pangan.

Menurut Simon, Pertamina dan Pupuk Indonesia memiliki posisi strategis sebagai dua perusahaan negara yang memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor energi dan pangan nasional.

“Tidak ada bangsa yang benar-benar berdaulat tanpa energi. Dan tidak ada bangsa yang benar-benar kuat tanpa pangan. Karena itu, sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan dua fondasi utama kedaulatan Indonesia, yakni energi dan pangan,” ujar Simon.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua BUMN diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri nasional, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, sekaligus mendukung terciptanya ketahanan energi dan ketahanan pangan Indonesia yang lebih berkelanjutan. (*)

Exit mobile version