KABARIKA.ID, BARRU – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, tetap aman selama musim panen raya hingga memasuki masa tanam berikutnya.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan program swasembada pangan nasional melalui jaminan pasokan pupuk yang cukup bagi petani.
Komitmen tersebut ditegaskan Pupuk Indonesia Regional 4 dalam kegiatan Panen Raya dan Tanam Padi Kabupaten Barru belum lama ini.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian guna menjaga produktivitas lahan.
Regional CEO Regional 4 PT Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, mengatakan pihaknya terus mengawal distribusi pupuk bersubsidi agar petani dapat memperoleh kebutuhan pupuk tepat waktu pada setiap musim tanam.
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah dan seluruh jaringan distribusi terus dilakukan agar penyaluran pupuk berlangsung lancar serta sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.
“Sebagai perusahaan yang mendapat mandat menyediakan pupuk bersubsidi, kami berkomitmen memastikan petani memperoleh pupuk sesuai kebutuhannya sehingga proses budidaya dapat berjalan optimal pada setiap musim tanam,” ujar Wisnu kepada wartawan Sabtu (18/7/2026).
Ia menambahkan, panen raya tidak hanya menjadi momentum merayakan hasil produksi petani, tetapi juga menjadi titik awal percepatan tanam berikutnya.
Karena itu, ketersediaan pupuk menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan produksi pangan nasional.
Pada tahun 2026, pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Barru sebanyak 14.410 ton. Jumlah tersebut terdiri atas 6.565 ton pupuk urea, 6.578 ton NPK Phonska, 837 ton pupuk organik, serta 430 ton pupuk SP-36.
Hingga 8 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Barru telah mencapai 6.753 ton atau sekitar 47 persen dari total alokasi. Penyaluran tersebut meliputi 3.479 ton urea, 3.250 ton NPK Phonska, dan 23 ton pupuk organik.
Selain memastikan distribusi berjalan sesuai target, Pupuk Indonesia juga menjamin stok pupuk di wilayah Barru berada dalam kondisi aman.
Per 9 Juli 2026, persediaan pupuk bersubsidi yang tersedia mencapai 2.371 ton, terdiri atas 1.468 ton urea, 872 ton NPK Phonska, dan 31 ton pupuk organik.
Wisnu menjelaskan, cadangan tersebut diharapkan mampu menjamin kelancaran distribusi sehingga petani dapat segera memulai musim tanam usai panen tanpa terkendala ketersediaan pupuk.
“Pupuk Indonesia akan terus mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Sulawesi Selatan, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan memerlukan kolaborasi semua pihak.
Menurutnya, peningkatan produksi pertanian tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah ataupun petani, melainkan membutuhkan dukungan dunia usaha, termasuk penyedia pupuk, agar seluruh rantai produksi berjalan optimal.
Sementara itu, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang berharap Pupuk Indonesia dapat membangun gudang pupuk di Kabupaten Barru. Menurutnya, posisi geografis Barru yang didukung pelabuhan strategis berpotensi menjadi pusat distribusi pupuk untuk wilayah Sulawesi Selatan sehingga dapat mempercepat penyaluran ke berbagai daerah.
Panen Raya dan Tanam Padi Kabupaten Barru tahun ini mengangkat tema “Panen Hari Ini, Tanam Esok Hari untuk Swasembada Pangan Nasional.”
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Wakil Bupati Barru, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta para petani sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)

