Site icon KABARIKA

Pengurus KKLR Kepri Dikukuhkan, Warga Luwu Raya Didorong Perkuat Peran di Tanah Melayu

KABARIKA.ID, BATAM— Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW-KKLR) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2025-2030 resmi dikukuhkan, Jumat (24/7/2026) malam, di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Batam. Pengukuhan yang berlangsung dalam suasana kental budaya Bugis itu menjadi momentum mempererat persatuan dan memperkuat kontribusi masyarakat Luwu Raya bagi pembangunan di Tanah Melayu.

Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum BPP KKLR, H Arsyad Kasmar. Ia menyerahkan Surat Keputusan kepengurusan kepada Capt Eko Santosa sebagai ketua, Sudarmadi sebagai sekretaris, dan Zulhad Abd Rahman sebagai bendahara. Pada kesempatan yang sama, turut dilantik pengurus KKLR tingkat kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau. Pembacaan SK dilakukan Sekjen BPP KKLR, Drs H Jaya Lupu MM.

Arsyad Kasmar dalam sambutannya menegaskan, KKLR harus menjadi rumah besar yang memperkokoh persaudaraan masyarakat Luwu Raya di perantauan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan kehormatan leluhur.

“Pesan leluhur adalah menjaga nama baik dan kehormatan. Kepri, khususnya Batam, merupakan daerah yang sangat istimewa dengan potensi besar. Mari kita terus menjaga persatuan dan ikut membangun daerah perantauan,” ujarnya.

Menurut dia, posisi strategis Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia membuka peluang besar bagi masyarakat Luwu Raya untuk berperan dalam berbagai sektor pembangunan, sekaligus menjaga citra positif daerah dan memperkuat persaudaraan antarsesama warga.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad yang turut hadir mengatakan, Kepri merupakan provinsi strategis yang berbatasan dengan sejumlah negara ASEAN dan berada di jalur Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Ia menilai keberagaman suku di Kepulauan Riau menjadi kekuatan utama yang harus terus dijaga.

“Walaupun kita heterogen, seluruh suku bisa hidup rukun, termasuk masyarakat Bugis. Payung budaya adalah rumah besar kita. Kepri juga menjadi salah satu provinsi dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia,” katanya.

Ansar menambahkan, iklim investasi yang terus berkembang telah mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri menjadi yang tertinggi di Sumatera dan masuk tiga besar nasional. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk warga Luwu Raya, diharapkan terus meningkatkan kompetensi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Mari kita berkontribusi bersama untuk kemajuan Kepri,” ajaknya.

Wakil Wali Kota Palopo, Dr Akhmad Syarifuddin, yang juga hadir menitipkan warga Luwu Raya di Kepri kepada Gubernur Ansar agar mendapat bimbingan dan arahan. Ia menyampaikan, masyarakat Wija To Luwu saat ini sedang berjuang mewujudkan Luwu Raya menjadi provinsi.

Ketua BPW-KKLR Kepri, Capt Eko Santosa, mengatakan pelantikan kepengurusan baru menjadi awal memperkuat soliditas organisasi sekaligus menjaga warisan budaya Bugis-Luwu di Tanah Melayu. Menurut dia, masyarakat Bugis telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Kepulauan Riau sejak abad ke-17 melalui aktivitas pelayaran, perdagangan, hingga pemerintahan di masa Kesultanan Johor-Riau-Lingga.

“Marilah kita terus menjaga harkat dan martabat leluhur di tanah Melayu. Silaturahmi yang dibungkus dengan budaya harus tetap terjaga,” katanya.

Eko menjelaskan, hingga kini masyarakat Bugis-Luwu tersebar di berbagai wilayah Kepulauan Riau, seperti Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, hingga Natuna. Mereka berkiprah di berbagai bidang, dari sektor kemaritiman, perdagangan, perikanan, hingga dunia usaha, sembari tetap melestarikan adat istiadat dan budaya leluhur. (*)

Exit mobile version