Site icon KABARIKA

Kitab Petuah Leluhur Ajak Pembaca Memahami Hakikat Kebenaran

KABARIKA.ID, JAKARTA– Di tengah maraknya disinformasi dan krisis kepercayaan di era digital, hadir buku Kitab Petuah Leluhur: Hakikat Kebenaran & Kebohongan yang mengajak masyarakat kembali memahami makna kebenaran sebagai nilai yang tidak berubah oleh waktu, kekuasaan, maupun kepentingan manusia. Buku ini menegaskan bahwa kebenaran tidak memerlukan dukungan mayoritas agar tetap menjadi kebenaran, sedangkan kebohongan selalu bergantung pada pencitraan dan kekuatan eksternal.

Melalui uraian yang sistematis dan bahasa yang mudah dipahami, penulis mengajak pembaca merefleksikan pentingnya kejujuran, integritas, dan keberanian berpihak pada fakta. Berbagai ilustrasi yang disajikan menunjukkan bahwa kekuasaan, kekayaan, maupun popularitas tidak mampu mengubah hakikat kebenaran yang bersifat tetap dan abadi.

Rusman Latief

Menurut Rusman Latief, penulis dan akademisi komunikasi, sebuah buku yang baik tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kritis pembacanya. Ia menilai bahwa di tengah banjir informasi digital, masyarakat membutuhkan bacaan yang mampu menumbuhkan kemampuan membedakan fakta, opini, dan manipulasi informasi.

Rusman Latief menambahkan, Kitab Petuah Leluhur menjadi bacaan yang relevan bagi masyarakat modern karena mengingatkan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh banyaknya pengikut atau besarnya kekuasaan, melainkan oleh kesesuaiannya dengan kenyataan. Pesan tersebut menjadikan buku ini layak dibaca oleh pelajar, mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat umum yang ingin memperkuat nilai kejujuran dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Exit mobile version