KABARIKA.ID, SEMARANG– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuktikan komitmennya kepada petani dengan merealisasikan bantuan satu unit traktor hanya dalam hitungan jam. Usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di persawahan Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (6/8), Mentan Amran langsung menginstruksikan jajarannya menyalurkan bantuan.
Sore harinya, traktor yang dijanjikan telah tiba di lokasi dan langsung dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani.
Kedatangan traktor disambut penuh haru oleh para petani. Jadiyah, salah satu perwakilan petani, mengaku tidak pernah membayangkan bantuan yang dijanjikan pada siang hari benar-benar datang hanya dalam hitungan jam.
“Ya Allah, enggak disangka-sangka. Rezekinya bertubi-tubi. Enggak ada berita, enggak ada kabar, enggak ada apa. Biasanya kalau ada bantuan dari kelurahan atau dinas pasti ada kabar dulu. Ini enggak, tiba-tiba datang,” ujar Jadiyah.
Ia mengatakan, kecepatan realisasi bantuan tersebut membuat para petani merasa diperhatikan secara langsung oleh pemerintah. Menurutnya, bantuan itu menjadi harapan baru bagi kelompok tani yang selama ini masih mengolah lahan secara manual.
Jadiyah menceritakan pada saat Mentan Amran tiba-tiba menghampiri lahan yang sedang digarap dan mengajak berdialog, suasana berlangsung penuh keakraban. Ia mengakui sebelumnya para petani tidak mengetahui bahwa sosok yang menghampiri mereka adalah Menteri Pertanian.
Mentan Amran bahkan sempat memperkenalkan diri dengan nada bercanda sebagai “ketua penyuluh petani”, sehingga para petani mengira beliau hanya seseorang yang datang melihat aktivitas di sawah.
Bahkan, saat bantuan traktor tiba, para petani masih sempat bertanya-tanya mengenai sosok yang telah menemui mereka sebelumnya.
“Kami sampai bertanya-tanya, jangan-jangan itu Bupati. Ternyata setelah tahu, yang datang langsung Pak Menteri. Alhamdulillah, sore harinya traktornya benar-benar sudah datang,” ungkap Jadiyah.
Bersama dengan petani lainnya, Jadiyah merasa bersyukur Mentan Amran datang memperhatikan kondisi para petani di lapangan. Ia pun berharap suatu saat Presiden Prabowo bersedia untuk meninjau juga lahan sawah di lokasi tersebut.
”Terima kasih Pak Menteri atas bantuan traktornya buat bekerja. Semoga kedepannya Pak Presiden juga bisa kesini,” ujar Jadiyah.
Sebelumnya, Mentan Amran melakukan sidak dengan menghampiri para petani yang mayoritas merupakan ibu-ibu dan masih menanam padi secara manual. Dalam dialog tersebut, Mentan Amran menanyakan kondisi usaha tani mereka sekaligus menawarkan bantuan traktor untuk mempermudah pengolahan lahan.
“Kalau saya kasih satu traktor, bisa dipakai?” tanya Mentan Amran kepada para petani.
Mentan Amran langsung memberikan traktor kepada petani tersebut walaupun mereka mengaku tidak bisa mengoperasikan alat tersebut. Ia pun menawarkan agar traktor disewakan supaya tetap memberikan manfaat bagi kelompok tani.
“Kalau belum bisa mengoperasikan, disewakan saja. Kan sewanya sekitar satu juta rupiah per hektare. Nanti bisa menjadi tambahan pendapatan kelompok,” ujar Mentan Amran.
Lahan sawah yang dikelola Jadiyah dan kelompok tani setempat memiliki luas sekitar 17 hektare dengan produktivitas mencapai 6,8 hingga 7 ton per hektare. Namun, dalam pengelolaannya, petani di lokasi tersebut masih menghadapi keterbatasan alat dan sebagian besar proses tanam masih dilakukan secara manual.
Kecepatan penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pertanian dalam memberikan solusi cepat atas kebutuhan petani di lapangan. Melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, pemerintah terus mendorong modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, memperkuat kesejahteraan petani, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. (*)

