KABARIKA.ID, BONE — Puluhan ribu warga memadati Lapangan Bakunge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, saat mengikuti kegiatan Jalan Sehat pada Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.
Antusiasme warga tidak hanya terlihat dari jumlah peserta Jalan Sehat. Pasar Murah yang digelar Perum Bulog di lokasi kegiatan juga menjadi perhatian masyarakat.
Bulog menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga terjangkau. Komoditas yang disiapkan antara lain 40 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), 10 ton beras premium, serta 10.200 liter Minyak Kita.
Warga yang mengikuti Jalan Sehat terlihat mengantre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pangan tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sekaligus melihat langsung pelaksanaan Pasar Murah.
Ahmad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap pangan dengan harga yang terjangkau.
“Ini merupakan wujud nyata pemerintah hadir, memastikan pangan murah sampai dan dinikmati oleh masyarakat,” kata Ahmad.
Menurut dia, kegiatan Pasar Murah tidak hanya bertujuan menyediakan pangan dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Stok Beras Nasional 5,2 Juta Ton
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kondisi stok beras nasional.
Amran menyebut cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 5,2 juta ton. Menurut dia, jumlah tersebut merupakan stok tertinggi yang pernah dicapai.
“Stok yang ada sekarang 5,2 juta ton beras dan itu tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Amran.
Ia mengatakan ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu modal penting pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Selain menjaga stok pangan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi El Nino yang dapat berdampak terhadap produksi pertanian.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat sistem pengairan melalui program pompanisasi, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Amran mengatakan pompa telah didistribusikan ke berbagai daerah yang menghadapi risiko kekeringan.
“Pompa kita sudah distribusi ke seluruh daerah kekeringan. Dan juga pompa yang kita kirim dua tahun terakhir pemerintahan sampai sekarang itu totalnya 150.000 unit. Jadi semua posisi aman,” ujarnya.
Menurut Amran, penguatan sistem pengairan diperlukan untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah potensi perubahan kondisi cuaca.
Pasar Murah di Tengah Antusiasme Warga
Pelaksanaan Pasar Murah Bulog di Bone menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan pangan di tengah masyarakat.
Dengan menyediakan beras dan minyak goreng dalam jumlah besar, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan pokok dapat diakses masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
Antusiasme warga yang mengantre di lokasi menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap komoditas pangan yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
Di sisi lain, pemerintah terus mengandalkan ketersediaan cadangan pangan serta berbagai program pendukung produksi pertanian untuk menjaga stabilitas pasokan.
Kombinasi antara penguatan stok pangan, distribusi komoditas dengan harga terjangkau, dan antisipasi terhadap risiko kekeringan menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional. (*)

