KABARIKA.ID, NTT– PT Pupuk Indonesia (Persero) turun tangan meringankan beban masyarakat terdampak gempa bumi di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026, perusahaan pelat merah ini tidak hanya menyalurkan bantuan darurat, tetapi juga memberikan edukasi kebencanaan agar warga lebih siap menghadapi potensi ancaman di masa depan.
Kegiatan yang dipusatkan di dua lokasi terdampak, yakni Desa Meler dan Desa Belang Turi, menyalurkan bantuan berupa 344 paket sembako dan 688 selimut. Tak hanya itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta pembagian obat-obatan juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban.
Direktur SDM dan Umum Pupuk Indonesia, Tina T. Kemala Intan, menyebut bahwa kehadiran RBB tahun ini memiliki makna tersendiri. “Para relawan hadir di saat masyarakat Ruteng sedang berduka dan berjuang pulih dari gempa. Karena itu, kami mengarahkan program tidak hanya untuk pemberdayaan, tapi juga aksi nyata tanggap bencana,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).
Tina menekankan pentingnya peran relawan untuk menyesuaikan program agar bersifat edukatif. “Gempa besar ini adalah pengalaman pertama bagi Ruteng. Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tapi juga memahami cara merespons dan bertahan ketika bencana datang lagi,” tambahnya. Ia berharap kegiatan ini dapat meringankan beban korban sekaligus membantu memulihkan aktivitas warga secara bertahap.
Selain fokus pada tanggap darurat, RBB 2026 juga terus menjalankan program pemberdayaan jangka panjang yang telah menjadi andalan Pupuk Indonesia. Dua program unggulan yang tetap berjalan adalah TAJUMASE (Tani Maju Makmur Sejahtera) yang berbasis pertanian, serta program SEMAI yang bertujuan memperkuat kapasitas komunitas disabilitas di Santu Damian.
Program TAJUMASE dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas petani, yang pada gilirannya berdampak pada kesejahteraan ekonomi. Sementara itu, SEMAI hadir untuk memberi ruang berkembang bagi penyandang disabilitas agar lebih mandiri dan berdaya.
Tahun ini, BP BUMN menunjuk Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik sebagai pelaksana RBB di Ruteng. Apresiasi tinggi disampaikan oleh Koordinator Bidang TJSL BP BUMN, Rugun Hutapea. Ia mengaku prihatin dengan musibah yang menimpa NTT dan berharap kontribusi para relawan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana.
“Para relawan sebenarnya sudah dijadwalkan datang untuk program pemberdayaan. Namun, karena gempa, kami arahkan kehadiran mereka untuk membantu pemulihan darurat. Saya sangat mengapresiasi kontribusi Pupuk Indonesia. Semakin besar perusahaan, semakin besar pula manfaat yang dirasakan rakyat,” ujar Rugun.
RBB 2026 di Ruteng diharapkan tidak berhenti pada aksi kemanusiaan sesaat. Menurut Rugun, program ini menjadi jembatan komunikasi antara relawan dan masyarakat melalui berbagai inisiatif TJSL, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
“Dalam program RBB, para relawan akan berdialog dan berbaur dengan masyarakat. Harapannya, program ini tidak hanya darurat, tapi juga membangun kesiapsiagaan dan kemandirian jangka panjang,” pungkasnya. (*)

