Site icon KABARIKA

Salurkan Bantuan Pangan di Palu, Mentan Amran: Ini Titipan Presiden untuk Rakyat

Oplus_16908288

KABARIKA.ID, PALU – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (20/8/2026). Mentan Amran menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terjaga.

Penyaluran bantuan dilakukan di sela kunjungan kerja Mentan Amran ke Sulawesi Tengah untuk meninjau perkembangan program strategis pertanian dan perkebunan. Kepada masyarakat penerima, Mentan Amran menegaskan bantuan pangan tersebut diberikan pemerintah secara gratis.

“Ini adalah titipan Pak Presiden Republik Indonesia. Ini gratis,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan bantuan pangan beras merupakan bagian dari program pemerintah yang menjangkau 33,4 juta penerima di seluruh Indonesia. Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah yang mendapatkan manfaat dari program tersebut.

“Bantuan beras untuk 33,4 juta. Ini untuk masyarakat dan merupakan perhatian dari Bapak Presiden,” katanya.

Mentan Amran menegaskan beras yang disalurkan kepada masyarakat merupakan hasil produksi petani dalam negeri, bukan berasal dari impor. Menurutnya, meningkatnya kemampuan produksi nasional harus diikuti dengan kebijakan yang memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ini beras kita sendiri, bukan beras impor. Jadi kita sudah mampu produksi sendiri. Alhamdulillah Bapak Presiden mengambil keputusan, ini dibagikan untuk 33,4 juta orang secara gratis,” ujarnya.

Menurut Mentan Amran, bantuan pangan menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga akses masyarakat terhadap pangan. Program tersebut berjalan beriringan dengan berbagai upaya pemerintah meningkatkan produksi pertanian dalam negeri sehingga ketahanan pangan nasional semakin kuat.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran juga menjelaskan pengembangan tanaman perkebunan di Sulawesi Tengah yang menjadi bagian dari program nasional pengembangan perkebunan seluas 870.000 hektare.

“Ini program Bapak Presiden untuk meningkatkan tanaman perkebunan, targetnya 870.000 hektare, hampir 1 juta hektare di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Kami ingin melihat progresnya,” kata Mentan Amran.

Program pengembangan perkebunan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi komoditas strategis sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di daerah. Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,95 triliun untuk mendukung penyediaan bibit berbagai komoditas perkebunan strategis.

Dalam kunjungannya, Mentan Amran turut menyerahkan bantuan bibit serta melakukan penanaman bersama. Ia menekankan bahwa seluruh bantuan pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat serta mendukung peningkatan produksi dan pendapatan.

Khusus di Sulawesi Tengah, Mentan Amran meminta pelaksanaan program perkebunan terus dikawal agar tanaman yang telah dikembangkan tumbuh dengan baik dan memberikan hasil bagi petani. Peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan program yang telah dijalankan di lapangan sesuai dengan target pemerintah.

Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus mengawal program strategis Presiden di sektor pangan, mulai dari memastikan bantuan pangan sampai kepada masyarakat hingga memperkuat produksi melalui dukungan sarana produksi, bibit, dan pengembangan kawasan pertanian. Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap ketahanan pangan semakin kuat sekaligus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan petani di Sulawesi Tengah.

Exit mobile version