KABARIKA.ID, DAIRI — Produktivitas padi dalam program demonstrasi plot (demplot) PT Pupuk Indonesia (Persero) di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mencapai 12,3 ton per hektare.
Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan produktivitas sebelumnya yang berada di kisaran 6 ton per hektare.
Program demplot ini merupakan hasil kolaborasi Pupuk Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DKPPP).
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus mendorong petani kembali mengoptimalkan lahan persawahan.
Assistant Officer Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia Hendra Sagita mengatakan, capaian tersebut diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan petani setelah sebelumnya mengalami penurunan hasil panen.
“Pengukuran dilakukan secara bersama sehingga hasil produksi yang diperoleh dapat diketahui secara objektif dan transparan,” kata Hendra dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).
Hendra menjelaskan produktivitas 12,3 ton per hektare diperoleh melalui pengukuran dengan metode ubinan. Proses pengambilan sampel dilakukan bersama Pupuk Indonesia, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan petani setempat.
Menurutnya, keberhasilan panen tersebut bukan semata-mata karena penggunaan pupuk. Teknik pengolahan lahan dan penerapan pemupukan secara terukur serta berimbang juga menjadi faktor penting.
Selama proses budidaya, Pupuk Indonesia memberikan pendampingan kepada petani, termasuk dalam penerapan teknik pemupukan yang sesuai kebutuhan tanaman.
Hendra berharap hasil demplot tersebut dapat menjadi contoh bagi petani lain di Kabupaten Dairi.
“Keberhasilan demplot ini diharapkan menjadi pemicu bagi petani untuk mengoptimalkan lahan persawahan. Peningkatan produktivitas melalui praktik budidaya yang tepat dapat mendukung upaya mengembalikan Dairi sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Utara secara bertahap,” ujarnya.
Perbaikan Tanah Jadi Kunci
Kepala Bidang DKPPP Kabupaten Dairi Sukaedah Angkat mengatakan peningkatan produktivitas menunjukkan pentingnya pengelolaan lahan dan strategi pemupukan yang tepat.
Menurutnya, kondisi tanah juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan petani sebelum memasuki musim tanam.
Tanah dengan kondisi yang baik akan membantu tanaman menyerap unsur hara secara lebih optimal. Karena itu, pemerintah daerah mendorong petani memanfaatkan pupuk organik dan kapur pertanian untuk memperbaiki kondisi lahan.
“Perbaikan pH tanah penting agar proses penyerapan unsur hara oleh tanaman dapat berlangsung secara optimal,” kata Sukaedah.
Dia optimistis produktivitas pertanian di Dairi masih dapat ditingkatkan jika praktik pengelolaan lahan dan pemupukan diterapkan dengan baik.
“Jika metode tersebut diterapkan dengan baik, kami optimistis produktivitas pertanian dapat terus meningkat sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*).

