KABARIKA.ID, MAUMERE — Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 29 Agustus 2026.
Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar KKSS terhadap masyarakat, khususnya warga KKSS yang terdampak bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Ketua Umum BPP KKSS Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan dana sebesar Rp50 juta. Bantuan tersebut selanjutnya akan digabungkan dengan donasi yang dihimpun oleh KKSS Wilayah NTT dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) NTT untuk kemudian disalurkan kepada warga terdampak.
Penyerahan bantuan BPP KKSS diwakili oleh Ketua Departemen Pemuda BPP KKSS, Andi In’amul Hasan, yang juga merupakan bagian dari Satuan Tugas Penanggulangan Bencana KKSS.
Bantuan diterima oleh Ketua BPW KKSS NTT, Hj. Darwis, yang akan mengoordinasikan proses pendataan dan penyaluran bantuan kepada warga KKSS yang terdampak di sejumlah wilayah di Pulau Flores.
Perhatikan Data dan Kebutuhan Korban
Andi In’amul Hasan mengatakan, penyaluran bantuan KKSS dilakukan dengan pendekatan berbasis data agar bantuan yang terkumpul dapat benar-benar menjawab kebutuhan warga terdampak.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BPP KKSS kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Flores. Kami menyerahkan bantuan ini kepada BPW KKSS NTT untuk kemudian disalurkan berdasarkan data warga terdampak dan kebutuhan mereka di lapangan,” ujar Andi.
Menurut dia, kondisi pascabencana membutuhkan solidaritas yang berkelanjutan. Karena itu, bantuan yang diberikan tidak semata-mata melihat besaran nominal, tetapi bagaimana seluruh sumber daya yang dihimpun dapat dikonsolidasikan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi korban.
“Bantuan dari BPP KKSS ini akan digabungkan dengan donasi yang dihimpun KKSS NTT dan IWSS NTT. Dengan demikian, kekuatan kita menjadi lebih besar dan distribusinya bisa lebih terarah,” katanya.
Gempa Berdampak Luas
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 menimbulkan dampak luas di sejumlah kabupaten, antara lain Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Berdasarkan data BNPB yang dilaporkan pada 28 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia mencapai 111 orang, sementara ribuan warga mengalami luka-luka dan ratusan ribu lainnya terdampak serta harus mengungsi. Gempa juga menyebabkan kerusakan pada puluhan ribu rumah warga dan berbagai fasilitas umum. Gempa susulan masih terjadi di wilayah terdampak.
Dampak bencana juga dirasakan sektor pendidikan. Data dashboard penanganan gempa Flores menunjukkan ratusan satuan pendidikan di tujuh kabupaten terdampak, dengan kerusakan ruang kelas serta ribuan warga sekolah yang harus mengungsi.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat masih cukup besar, mulai dari kebutuhan pangan, air bersih, perlengkapan keluarga, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, hingga dukungan pemulihan sosial dan ekonomi.
Ketum KKSS: Solidaritas Harus Diperkuat
Ketua Harian BPP KKSS Andi M. Syakir menegaskan bahwa kehadiran KKSS dalam situasi bencana merupakan bagian dari semangat kekeluargaan yang menjadi fondasi organisasi.
“KKSS bukan hanya organisasi kekeluargaan dalam keadaan suka, tetapi juga harus hadir ketika saudara-saudara kita menghadapi musibah. Gempa Flores adalah duka kita bersama. Karena itu, seluruh keluarga besar KKSS harus membangun solidaritas dan gotong royong untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Andi M. Syakir.
Ia mengatakan, bantuan sebesar Rp50 juta yang disalurkan BPP KKSS merupakan bentuk awal dari kepedulian organisasi dan diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas.
“Yang paling penting bukan hanya berapa besar bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana bantuan tersebut dikelola secara bersama, transparan, tepat sasaran, dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap KKSS NTT bersama IWSS NTT dapat mengonsolidasikan seluruh donasi yang ada dan mendistribusikannya berdasarkan skala kebutuhan,” katanya.
Andi M. Syakir juga menyampaikan apresiasi kepada BPW KKSS NTT, IWSS NTT, Satgas Penanggulangan Bencana KKSS, serta seluruh keluarga besar KKSS yang telah bergerak dalam membantu penanganan dampak gempa Flores.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Flores. Kita ingin menunjukkan bahwa di mana pun warga KKSS berada dan ketika mereka menghadapi musibah, keluarga besar KKSS akan berusaha hadir dan memberikan dukungan,” ujarnya.
Bantuan Dikonsolidasikan
BPP KKSS berharap proses pengumpulan dan penyaluran bantuan dapat terus dilakukan secara terkoordinasi. BPW KKSS NTT bersama IWSS NTT akan melakukan pemetaan terhadap warga KKSS yang terdampak dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kondisi keluarga, kebutuhan dasar, serta kondisi pengungsian.
Langkah tersebut diharapkan membuat bantuan yang terkumpul tidak berhenti pada seremoni penyerahan, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi warga yang sedang berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana.
Bagi KKSS, gerakan “KKSS Peduli NTT” menjadi penegasan bahwa nilai kekeluargaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Solidaritas lintas wilayah menjadi kekuatan penting untuk membantu masyarakat Flores melewati masa tanggap darurat sekaligus memasuki fase pemulihan.
“Duka saudara kita di Flores adalah duka keluarga besar KKSS. Dari Sulawesi Selatan hingga NTT, kita bergerak bersama, saling membantu dan menguatkan,” tutup Andi M. Syakir. (*)

