KABARIKA.ID, PATTENE– Ribuan jamaah dan keluarga besar Tharekat Khalwatiyah Samman menghadiri Haul Akbar (Temmutaung) ke-59 Wali Mursyid Tharekat Khalwatiyah Samman, Al-‘Alim Al-‘Allamah Al-Mursyid Al-Kamil Al-Mukammil As-Sayyid Al-Ghauts As-Syekh Muhammad Shaleh Puang Lompo QS, yang dipusatkan di Pattene, Kabupaten Maros, Rabu, 2 September 2026, bertepatan dengan 20 Rabiul Awal 1448 H.
Peringatan haul tersebut dirangkaikan dengan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, sehingga momentum tahunan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan dan keteladanan Puang Lompo, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kecintaan jamaah kepada Rasulullah SAW.
Hikmah keagamaan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Muammar Bakri. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan jamaah tentang kemuliaan majelis yang diisi dengan pembahasan dan penghayatan terhadap Rasulullah SAW.
Mengutip pandangan Imam An-Nawawi, Prof. Muammar menyampaikan bahwa tidak ada kenikmatan yang lebih besar dalam sebuah majelis selain majelis yang menghadirkan spirit dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Menurutnya, bagi seorang pengikut tarekat, hubungan spiritual dengan Rasulullah SAW merupakan bagian penting yang harus dipahami dan dihayati. Kehadiran Rasulullah bukan sekadar pengetahuan sejarah, melainkan menjadi orientasi utama dalam perjalanan rohani seorang salik.
Ia juga mengingatkan pentingnya seorang murid memiliki pegangan dan keterhubungan dengan imam atau pembimbingnya dalam menjalani perjalanan keagamaan.
Pesan tersebut dipertegas dengan pengingat bahwa seseorang yang menjalani kehidupan tanpa berpegang kepada imam dan petunjuk yang benar akan menghadapi penyesalan di kemudian hari.
Karena itu, hubungan antara murid, mursyid, dan Rasulullah SAW dipandang sebagai bagian penting dalam membentuk keteguhan spiritual.
Haul ke-59 ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa Puang Lompo sebagai salah satu tokoh penting dalam mata rantai pembinaan dan pengembangan Tharekat Khalwatiyah Samman.
Tradisi haul di Pattene terus dipertahankan sebagai sarana mengenang ulama, mempererat silaturahmi, sekaligus meneruskan nilai-nilai keagamaan kepada generasi berikutnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Maros, Ketua JATMAN NU Sulawesi Selatan, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Maros, unsur TNI dan Polri, serta keluarga besar dan jamaah dari berbagai daerah.
Keluarga besar Ipuang Pattene, Turikale, dan Leppakkomai juga tampak hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan tokoh keagamaan menunjukkan bahwa Haul Akbar Puang Lompo bukan hanya menjadi agenda internal jamaah tarekat, tetapi telah berkembang sebagai momentum silaturahmi keagamaan yang mempertemukan ulama, pemerintah, aparat, keluarga besar, dan masyarakat.
Melalui perpaduan antara haul dan Maulid Nabi Muhammad SAW, peringatan tahun ini kembali menegaskan pesan utama yang diwariskan melalui tradisi keilmuan dan kerohanian: mengenang orang-orang saleh hendaknya berujung pada penguatan kecintaan kepada Rasulullah SAW, peningkatan akhlak, serta pengabdian kepada masyarakat. (*)

