Site icon KABARIKA

Kualitas Udara Kian Buruk, Kasus Pneumonia di Kalbar Naik hingga 20 Persen

KABARIKA.ID, JAKARTA — Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kalimantan Barat mencatat adanya peningkatan kasus pneumonia hingga 20 persen.

Lonjakan kasus ini terjadi seiring memburuknya kualitas udara di Pontianak akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Kepala RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kombes Pol. drg. Josep Ginting mengatakan, peningkatan kasus infeksi paru-paru tersebut menjadi perhatian rumah sakit.

“Rumah sakit mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain,” ujar Josep dikutip Jumat (4/9/2026).

Dokter spesialis paru RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, dr. Andreas mengatakan, paparan kabut asap dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan. Pada tingkat tertentu, paparan tersebut berpotensi berkembang menjadi pneumonia.

Kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia atau lansia disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat asap. Mereka diimbau untuk lebih waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.

“Orang tua lebih banyak dan rentan terdampak pneumonia, bisa karena kabut asap ini,” tutur dr. Andreas.

Gejala awal yang kerap muncul akibat paparan kabut asap adalah batuk dan bersin. Jika paparan terus berlangsung dan tubuh tidak mampu mentoleransinya, gejala dapat berkembang menjadi lebih berat, seperti sesak napas.

Pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang mengalami peradangan. Kondisi ini menyebabkan kantung udara atau alveoli terisi cairan atau nanah sehingga mengganggu proses pernapasan.

Penyakit ini tidak bisa dianggap remeh karena berpotensi menimbulkan risiko fatal. Bila tidak ditangani dengan tepat, pneumonia dapat memicu komplikasi serius. (*)

 

Exit mobile version