KABARIKA.ID, LUTRA – Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang selama ini menghadapi persoalan kerawanan pangan mulai disiapkan menjadi salah satu kawasan lumbung pangan baru.
Hal itu menyusul program cetak sawah rakyat yang tengah dikerjakan di Desa Leboni, Kecamatan Rampi.
Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim mengatakan, sekitar 48 hektare sawah rakyat di Desa Leboni ditargetkan rampung 100 persen dalam sepekan ke depan.
Menurut Andi Abdullah Rahim, pembangunan sawah tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah terpencil tersebut.
“Cetak sawah rakyat di Desa Leboni, Kecamatan Rampi, sekitar 48 hektare. Insyaallah satu minggu ke depan rampung 100 persen,” kata Andi Abdullah Rahim kepada wartawan Senin (7/9/2026).
Ia mengatakan, pembangunan sawah di Rampi tidak berhenti pada lahan seluas 48 hektare. Secara keseluruhan, program cetak sawah rakyat di Kecamatan Rampi ditargetkan mencapai sekitar 180 hektare.
Dengan tambahan lahan produktif tersebut, Andi Abdullah Rahim optimistis Rampi yang selama ini kerap mengalami kerawanan pangan dapat bertransformasi menjadi salah satu kawasan penyangga pangan di Luwu Utara.
“Rampi nantinya akan menjadi lumbung pangan. Selama ini kecamatan ini kerap mengalami rawan pangan, sehingga program cetak sawah ini sangat penting bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembukaan lahan sawah baru bukan hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut upaya membangun kemandirian pangan masyarakat di wilayah terpencil.
Ketersediaan lahan pertanian yang produktif, kata dia, diharapkan membuat masyarakat Rampi memiliki sumber pangan yang lebih kuat sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi berbasis pertanian.
“Ini bukan hanya soal mencetak sawah. Kita ingin masyarakat Rampi memiliki basis pangan yang lebih kuat dan ke depan mampu mengembangkan potensi pertaniannya,” kata Andi Abdullah Rahim.
Ia menilai program tersebut juga menjadi penting karena kondisi geografis Rampi yang relatif terpencil membuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan menghadapi tantangan tersendiri.
Karena itu, peningkatan produksi pangan dari dalam wilayah Rampi dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mengurangi kerentanan terhadap gangguan pasokan.
Andi Abdullah Rahim menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap pembangunan sektor pertanian di wilayahnya.
Ia secara khusus mengapresiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Presiden Prabowo Subianto atas program yang menurutnya memberikan dampak langsung bagi masyarakat Luwu Utara.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Bapak Presiden Prabowo Subianto atas program yang luar biasa ini. Kami berharap program seperti ini terus mendapat dukungan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Andi Abdullah Rahim berharap pembangunan 180 hektare sawah rakyat di Rampi tidak berhenti pada pembukaan lahan.
Menurutnya, setelah sawah tersedia, pemerintah juga perlu memastikan produktivitas lahan melalui dukungan sarana produksi, pendampingan petani, infrastruktur pertanian, serta akses terhadap pasar.
“Kita tentu berharap setelah sawah ini selesai dicetak, produktivitasnya juga terus dijaga. Petani harus mendapat pendampingan dan dukungan agar lahan yang sudah dibuka benar-benar produktif,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mendorong agar kawasan pertanian yang mulai terbentuk di Rampi dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kita ingin Rampi tidak lagi dikenal sebagai daerah yang rawan pangan. Kita ingin Rampi ke depan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Luwu Utara,” pungkas Andi Abdullah Rahim. (*)

