KABARIKA.ID, MALTENG- Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Islamic Center Plataran Mesjid Raya Al-Muawana Masohi,Senin, (21/9/2026).
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Malteng Mario Lawalata, pencerama Ustad H. Jumaedi dari Makassar, Kepala Kementerian Agama Malteng, Pimpinan Forkopimda, Pimpinan SKPD, Ketua MUI, Ketua Ketua Pilar KKSS, Pengurus serta keluarga besar KKSS, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Sebagai Pondasi Guna Mempererat Persaudaraan.” Kegiatan ini menjadi momentum bagi keluarga besar KKSS Malteng untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Ketua KKSS Malteng, Ilyas Beddu dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita berharap seluruh keluarga besar KKSS dapat terus menjaga persaudaraan, memperkuat silaturahmi, serta mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat. Perselisihan itu hal yang wajar dalam organisasi, namun tidak meregangkan hubungan persaudaraan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diisi dengan Pembacaan ayat suci Al-Qur’an, mengawali Maulid Nabi Muhammad SAW. Tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustad H. Jumaedi, serta doa bersama. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Dalam tausiah yang disampaikan, Ustad H. Jumaedi mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan, terutama dalam membangun hubungan yang harmonis antar sesama.
“Saya ingatkan untuk jangan lupa sholat dan terus belajar mengaji serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dan disiplin. Karena siapa yang dekat sholat maka Allah SWT menghindarkan kita dari musiba dan membuka pintu rezeki,” ingat ustad.
Peringatan Maulid Nabi juga diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat peran KKSS dalam menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat, khususnya di Malteng. Jangan perbedaan menjadi permusuhan, karena Rasulullah SAW tidak mengajarkan permusuhan, tetapi kedamaian.
“Pemerintah harus dekat dengan ulama, tokoh agama dan masyarakat, maka daerah ini akan aman, damai dengan penuh cinta dan tolong menolong, saling membantu,” pesannya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, pembagian baku baku kepada semua jamaah. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. (Jurn)

