KABARIKA.ID, MAKASSAR — Tri Febrianto S Hut resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Kehutanan Universitas Hasanuddin (IKA Kehutanan Unhas) periode 2027-2030.
Mengawali kepemimpinannya, alumnus Kehutanan Unhas angkatan 2007 itu membawa agenda memperkuat soliditas dan kolaborasi alumni sekaligus mendorong peran nyata mereka dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
Pria yang akrab disapa Buyung itu lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, 19 Februari 1989.
Di usia 37 tahun, Tri juga disebut sebagai salah satu ketua IKA fakultas termuda di lingkungan Universitas Hasanuddin.
Dalam memimpin IKA Kehutanan Unhas, Tri mengusung semangat “Bersama Alumni, Kita Jaga Hutan, Kuatkan Kolaborasi, Raih Dampak Nyata.”
Visi tersebut dijabarkan dalam empat fokus utama, yakni membangun alumni yang solid, memperkuat kolaborasi berkelanjutan, menjaga kelestarian hutan, serta menghadirkan kontribusi bagi masa depan yang lebih baik.
Tri mengatakan amanah sebagai Ketua Umum IKA Kehutanan Unhas bukan semata tentang posisi personal, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh alumni.
“Ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama membangun rumah besar alumni Kehutanan Unhas. Amanah ini harus kita jalankan dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi,” ujar Tri kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).
Menurut dia, alumni Kehutanan Unhas memiliki potensi besar karena tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang profesi dan kompetensi yang beragam.
Jaringan tersebut, kata dia, harus dikonsolidasikan agar keberadaan organisasi alumni tidak berhenti pada hubungan emosional antarlulusan, tetapi mampu menghadirkan kontribusi nyata.
“Kita memiliki jaringan alumni yang luas dengan pengalaman dan kompetensi yang beragam. Potensi ini harus kita satukan sehingga keberadaan IKA Kehutanan Unhas benar-benar memberikan manfaat,” katanya.
Perkuat Kolaborasi Alumni
Tri menempatkan penguatan komunikasi dan kolaborasi antarsesama alumni sebagai salah satu agenda prioritas kepengurusannya.
Ia menilai organisasi alumni tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi.
IKA Kehutanan Unhas, menurut dia, harus berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai kompetensi dan pengalaman alumni.
“Kita ingin alumni tidak hanya berkumpul, tetapi juga berkolaborasi. Ada banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, lingkungan hingga kontribusi terhadap masyarakat,” tuturnya.
Tri juga mendorong hubungan yang lebih kuat antara alumni, mahasiswa, dan almamater.
Menurut dia, kesinambungan antargenerasi menjadi bagian penting dalam memperbesar jejaring sekaligus memastikan kontribusi alumni terus berlanjut.
“Kita ingin membangun hubungan yang semakin kuat antara alumni dan almamater. Mahasiswa hari ini adalah bagian dari keluarga besar alumni di masa depan,” ujarnya.
Kelestarian Hutan Jadi Fokus
Selain konsolidasi organisasi, Tri menempatkan isu kelestarian hutan sebagai salah satu perhatian utama selama masa kepemimpinannya.
Ia menilai alumni Kehutanan Unhas memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk ikut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hutan.
“Hutan bukan hanya persoalan lingkungan. Di dalamnya ada masyarakat, ekonomi, keanekaragaman hayati dan masa depan generasi berikutnya. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Tri.
Menurut dia, persoalan kehutanan membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
Karena itu, IKA Kehutanan Unhas diharapkan dapat menjadi penghubung antara alumni dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semangat yang ingin kita bangun adalah kolaborasi. Bersama alumni, kita jaga hutan, kuatkan kolaborasi dan menghadirkan dampak yang nyata,” ujarnya.
Tri juga mengajak seluruh alumni menjaga soliditas organisasi selama periode kepemimpinannya.
Perbedaan profesi, latar belakang maupun pengalaman, kata dia, justru dapat menjadi kekuatan apabila dihimpun dalam satu visi.
“Saya mengajak seluruh alumni untuk bersama-sama membangun IKA Kehutanan Unhas. Mari menjadikan organisasi ini sebagai rumah bersama, tempat kita saling menguatkan dan memberikan kontribusi terbaik,” katanya.
Ia berharap kepengurusan IKA Kehutanan Unhas periode 2027-2030 dapat menghasilkan program yang tidak hanya dirasakan oleh alumni, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan organisasi adalah seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan. Karena itu, mari kita bergerak bersama dan menghadirkan dampak yang nyata,” tutup Tri.
Profil Tri Febrianto
Tri Febrianto merupakan alumnus Kehutanan Universitas Hasanuddin angkatan 2007.
Selain aktif di organisasi alumni, ia dikenal sebagai pengusaha dan aktivis organisasi.
Saat ini Tri tercatat sebagai kandidat Magister Manajemen Universitas Trisakti sejak 2024.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Kehutanan di Universitas Hasanuddin pada 2012.
Dalam dunia usaha, Tri pernah atau sedang menduduki sejumlah posisi strategis.
Ia tercatat sebagai Komisaris Utama PT Agro Timur Indonesia, Direktur Utama PT Raisya Hamdamu Mineral, Direktur Utama PT Anugrah Lestari Kendari, Direktur PT Mulai Dari Indonesia, serta Komisaris CV Jati Raya Perkasa.
Karier organisasinya juga cukup panjang.
Di Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Tri saat ini menjabat Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kelembagaan periode 2025 hingga sekarang.
Sebelumnya, ia menjabat Ketua Bidang UMKM, Koperasi dan Kewirausahaan BPP HIPMI periode 2022-2025 serta pernah menjadi fungsionaris bidang organisasi.
Di Sulawesi Tenggara, Tri juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum Kadin Sulawesi Tenggara periode 2021-2026.
Ia tercatat pernah aktif di BPD HIPMI Sulawesi Tenggara dan BPC HIPMI Kota Kendari pada bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kelembagaan.
Sebelum aktif di organisasi pengusaha, Tri memiliki rekam jejak panjang di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Ia pernah menjabat Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur periode 2014-2015 dan Sekretaris Umum HMI Badko Sulawesi Selatan-Barat periode 2015-2016.
Semasa kuliah, Tri juga aktif di KEMA Kehutanan Sylva Indonesia PC Unhas sebagai Koordinator Jaringan Informasi dan Advokasi periode 2010-2011.
Dengan latar belakang organisasi, dunia usaha, dan kehutanan tersebut, Tri kini membawa tantangan baru: menjadikan IKA Kehutanan Unhas sebagai wadah alumni yang lebih solid, kolaboratif, dan relevan terhadap isu lingkungan serta pembangunan kehutanan.

