KABARIKA.ID, JAKARTA– Produksi padi nasional yang tetap tumbuh sepanjang 2026 turut menopang ketersediaan beras di tingkat perdagangan. Di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, stok beras di tingkat pedagang tersedia dalam jumlah besar. Pasokan serupa juga terpantau di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan beras medium dan premium tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional pada Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sejalan dengan itu, produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada Januari-Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton, meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi luas panen, BPS mencatat luas panen padi mencapai 8,32 juta hektare, meningkat 0,11 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator terjaganya produksi dan pasokan beras nasional. Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menekankan pentingnya memastikan ketersediaan beras tetap terjaga hingga tingkat masyarakat.
“Kami hadir di sini untuk memastikan stok beras cukup, ada, aman, dan harganya juga stabil serta terjaga untuk masyarakat,” ujar Titiek saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jumat (2/10).
Ketersediaan stok tersebut terlihat langsung di tingkat pedagang PIBC. Anto, pemilik Toko Beras Idolaku, menjelaskan, pasokan beras di kawasan PIBC masih melimpah dan rata-rata berasal dari sejumlah sentra produksi di Pulau Jawa. Salah satu sumber pasokan berasal dari Indramayu, Jawa Barat, terutama saat daerah tersebut memasuki masa panen.
“Kalau ini dari Indramayu, ada dari yang panen saja. Tapi untuk hampir dua tahun ini beras dari Jawa saja,” katanya.
Ia menambahkan sumber pasokan beras di PIBC bisa juga masuk dari daerah di luar Jawa saat memasuki musim panen. Beras dari Sulawesi, misalnya, juga dapat masuk ke PIBC untuk memenuhi kebutuhan perdagangan.
Ketersediaan pasokan di PIBC tersebut sejalan dengan pemantauan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pada September 2026, Bapanas mencatat pasokan beras yang masuk ke PIBC berada di kisaran 1.500 ton per hari, dengan stok yang tersedia dalam kondisi aman.
Gambaran serupa terlihat di pasar daerah. Kepala Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Mulyadi, mengatakan ketersediaan beras di pasar tersebut berjalan normal. Beras medium maupun premium tersedia, sementara pasokan dari distributor dan pedagang tetap mengalir.
“Tidak ada kekurangan, apalagi kelangkaan seperti yang banyak dibicarakan masyarakat,” kata Mulyadi.
Ia mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di Pasar Leuwiliang karena distribusi dari distributor hingga pedagang berjalan normal.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa di Leuwiliang, beras tersedia dan masyarakat masih dapat memperoleh beras sesuai kebutuhannya,” jelasnya.
Dengan produksi padi nasional yang tetap tumbuh dan pasokan yang terus mengalir dari berbagai sentra produksi, ketersediaan beras di tingkat perdagangan terpantau tetap terjaga. Stok yang tersedia di PIBC maupun pasar daerah menunjukkan pasokan beras masih berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (*)

