Site icon KABARIKA

Belajar dari Bali, MKTI Sulsel Dorong Konservasi Tanah dan Air Berbasis Ekowisata

KABARIKA.ID, BALI — Pengurus Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan “Studi Singkat Konservasi Tanah dan Air” di Provinsi Bali pada Jumat–Minggu (8–10/10/2026).

​Kegiatan ini melibatkan kunjungan ke sejumlah lokasi strategis yang menjadi percontohan konservasi berbasis ekowisata dan kearifan lokal. Di Kintamani, rombongan meninjau kawasan wisata alam serta melihat langsung pola agroforestry tanaman kopi, jeruk, dan hortikultura.

​Perjalanan dilanjutkan ke Desa Jatiluwih untuk mempelajari tata kelola wisata lanskap sawah terasering. Di sana, peserta berdiskusi langsung dengan pengurus Subak, penyuluh pertanian, dan staf Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP/BRMP) Bali mengenai sistem kelola air serta kearifan lokal dalam menjaga kelestarian Subak Jatiluwih.

​Selain itu, rombongan juga menyambangi Kawasan Wisata Aurora Park—destinasi yang memadukan seni digital, teknologi Artificial Intelligence (AI), dan keindahan hutan tropis—serta menggelar diskusi bersama Kepala BBRMP Provinsi Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., terkait program prioritas pembangunan pertanian di Bali.

​Sekretaris MKTI Sulsel sekaligus Ketua Rombongan, Dr. Hasanuddin Mola, C.EIA., menyampaikan bahwa rangkaian studi lapangan ini membuktikan bagaimana upaya konservasi tanah dan air dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat jika dikelola dengan konsep ekowisata yang tepat.

​”Hasil dari kegiatan studi singkat ini menjadi inspirasi bagi MKTI Sulsel untuk mendorong model Payment for Environmental Services (Jasa Lingkungan) di kawasan hulu,” ujar Hasanuddin, akademisi Unismuh Makassar yang juga alumni Fakultas Kehutanan Unhas tersebut.

​Hasanuddin juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan semangat pembelajaran para peserta selama kegiatan berlangsung.

​”Semoga hasil observasi lapangan ini tidak berhenti sebagai dokumentasi perjalanan saja, tetapi dapat ditransformasikan menjadi naskah akademik, rekomendasi kebijakan, serta aksi nyata konservasi di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

​Kegiatan studi singkat ini merupakan hasil kolaborasi lintas institusi antara Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Universitas Islam Makassar (UIM), dan MKTI Sulawesi Selatan.

​Turut hadir dalam rombongan studi lapangan ini di antaranya:

​Untuk diketahui, Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) merupakan organisasi profesi dan wadah perhimpunan bagi akademisi, praktisi, serta instansi pemerintah yang berfokus pada isu pelestarian dan pengelolaan Konservasi Tanah dan Air (KTA) di Indonesia. (*)

Exit mobile version