Site icon KABARIKA

Kasbi Juanga Morotai dan Kacang Boci Sawala Pandanga Dilindungi Negara sebagai Potensi Indikasi Geografis

KABARIKA.ID, TERNATE – Kasbi atau singkong (manihot esculenta) Juanga dari Morotai memiliki ciri khas daging berwarna krem dan memiliki potensi hasil 3,80 kg per tanaman. Para petani dari Morotai menilai bahwa Kasbi Juanga memiliki perbedaan rasa dibanding jenis singkong lain.

“Kasbi Juanga ini juga disukai masyarakat kalau berbelanja di pasar atau langsung di kebun,” ujar Saleh, salah satu petani di Morotai.

Kakanwil Kemenkum Malut, Topan Sopuan dalam keterangannya menyampaikan bahwa potensi indikasi geografis merupakan produk khas daerah yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan geografis, seperti alam atau manusia.

Topan yang baru dilantik menjadi Kakanwil Kemenkum Malut ini menilai bahwa, Maluku Utara memiliki banyak sekali potensi indikasi geografis yang dapat diupayakan menjadi indikasi geografis.

“Kita akan berupaya untuk semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan komunitas masyarakat seperti MPIG (masyarakat pelindungan indikasi geografis), dalam mempercepat pelindungan potensi IG tersebut,” terang Topan, Minggu (18/10/2026).

Ia menilai bahwa pelindungan potensi indikasi geografis Kasbid Juanga Morotai ini penting agar tidak diklaim daerah lain dan diharapkan dapat membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, potensi IG berpeluang untuk menjadi indikasi geografis karena keunikannya dibandingkan dengan produk yang sama dari wilayah lain.

Senada, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Rian Arvin menambahkan bahwa saat ini terdapat empat indikasi geografis di Maluku Utara. Sehingga Kanwil Kemenkum Malut akan mendorong agar potensi IG yang ada bisa segera dapat menjadi indikasi geografis.

“Perlu sinergi pemerintah daerah, masyarakat pelindungan indikasi geografis (MPIG), kampus, dan seluruh pihak,” pungkasnya.

Selain itu, Kacang Boci Sawala Pandanga Morotai juga telah dilindungi negara sebagai potensi indikasi geografis. Data dari Dinas Pertanian Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai menjelaskan bahwa Boci Sawala Pandanga umumnya tumbuh di lingkungan lahan kering dataran rendah. Tinggi tanaman 28,45 cm dan lebar tanaman 63,80 cm dengan umur tanaman urang lebih 90 hari.

Dalam kondisi budidaya yang optimal, varietas tanaman tersebut diperkirakan mampu memberikan hasil panen maksimal sebanyak 1,90 ton (1.900 kilogram) untuk setiap 1 hektar luas lahan.

pelindungan potensi indikasi geografis Kasbid Juanga Morotai ini penting agar tidak diklaim daerah lain dan diharapkan dapat membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, potensi IG berpeluang untuk menjadi indikasi geografis karena keunikannya dibandingkan dengan produk yang sama dari wilayah lain. (*)

 

Exit mobile version