KABARIKA.ID, JAKARTA – Momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mendapat apresiasi dari Ketua Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Universitas Hasanuddin, Darwis Ismail ST, MM, terutama program kampung nelayan merah putih (KNMP) yang dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan di Indonesia.
Menurut Darwis Ismail yang juga Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo), program kampung nelayan modern yang didorong di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini sebagai langkah konkrit dan strategis dalam mengubah taraf hidup serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan tradisional di tanah air.
“Kami kira program kampung nelayan sudah tepat dan diyakini dapat mengubah nasib dan tingkat kesejahteraan nelayan kita bisa lebih baik. Rasanya respon serupa juga datang dari pelaku dan pemangku kepentingan sektor kelautan lainnya,” ujar Darwis yang juga Wabendum HKTI dan pengurus harian Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
Ia membeberkan alasan utama ISLA Unhas memberikan apresiasi program tersebut adalah pertama, transformasi infrastruktur dan sanitasi pesisir. Dimana KNMP tidak hanya berfokus pada hasil tangkapan, tetapi juga penataan kawasan pesisir agar lebih bersih, modern, dan layak huni.
Diharapkan kedepan, lanjut Darwis,fasilitas pemukiman, akses air bersih, pengelolaan sampah, serta drainase diperbaiki secara signifikan.
Kemudian yang kedua, peningkatan nilai tambah hasil tangkapan (rantai dingin). Dimana penyediaan fasilitas penunjang seperti cold storage (gudang pendingin), pabrik es, serta dermaga yang teratur membantu nelayan menjaga kesegaran ikan.
“Hal ini menekan risiko pembusukan hasil tangkapan sehingga harga jual ikan di tingkat nelayan tetap tinggi dan stabil,” jelasnya.
Ketiga, penguatan ekonomi komunitas pesisir. Selain sarana penangkapan ikan, program ini mengintegrasikan pusat sentra kuliner, pengolahan hasil perikanan oleh UMKM lokal (termasuk pemberdayaan perempuan/istri nelayan), dan potensi bahari setempat.
Keempat, kemandirian dan tata kelola berkelanjutan. Pembangunan KNMP diiringi dengan pembinaan kelembagaan seperti Koperasi Nelayan agar pengelolaan sarana dan prasarana pasca pembangunan berjalan mandiri dan berkelanjutan.
Pada bagian lain, Darwis Ismail memberikan catatan dan harapan ISLA Unhas untuk optimalisasi program KNMP.
Sebagai wadah akademisi dan profesional di bidang kelautan, lanjutnya, ISLA juga memberikan beberapa masukan konstruktif agar keberlanjutan program ini tetap terjaga.
Pertama, integrasi data dan target tepat sasaran. Dimana memastikan pendataan nelayan penerima manfaat berbasis data riil agar bantuan modal, alat tangkap, dan sarana tepat sasaran.
Selanjutnya, pendampingan teknologi dan manajemen. Dengan melakukan edukasi berkelanjutan terkait modernisasi alat tangkap, navigasi ramah lingkungan, serta pengelolaan keuangan koperasi/kelompok usaha.
“Dan perlindungan lingkungan pesisir. Yang mana memastikan pembangunan infrastruktur fisik kampung nelayan tetap memperhitungkan daya dukung lingkungan dan mitigasi bencana pesisir seperti abrasi dan kenaikan permukaan air laut,” jelasnya. ***

