KABARIKA.ID, MAKASSAR– Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) bekerja sama dengan Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “Zero Food Waste Literacy Campaign” dengan tema “Langkah Kecil, Dampak Global” pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Aula Prof. Syukur Abdullah, FISIP Universitas Hasanuddin, Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa SMAN 5 Makassar.
Kegiatan ini merupakan seri kegiatan Pengabdian Masyarakat dari Departemen Hubungan Internasional, FISIP Universitas Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pelajar mengenai pentingnya mengurangi sampah makanan (food waste) sebagai bagian dari upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12, yaitu Responsible Consumption and Production atau konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Seniwati Ismail, M.Hum., Ph.D., Ketua Program Studi Sarjana Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin. Ia menyampaikan salam dari jajaran Dekanat FISIP Unhas dan menyebut kegiatan ini sebagai kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat Program Studi Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Fredy Buhama Lumban Tobing, Guru Besar Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, isu sampah makanan kian krusial, termasuk sisa makanan di sekolah-sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sambutan ketiga disampaikan oleh Dra. Rondiyah, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 5 Makassar. Ia berterima kasih kepada UI dan Unhas yang telah mengajak SMAN 5 Makassar berkolaborasi, serta menilai kegiatan ini sebagai ruang berbagi pengetahuan dan berdialog bagi para siswa.
Sesi pemaparan menghadirkan Asra Virgianita, Ph.D., Associate Professor dan Ketua Klaster Solidaritas Selatan, Departemen Hubungan Internasional FISIP UI, dan Pusparida Syahdan, S.Sos., M.Si., dosen Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin. Diskusi dipandu oleh Abdul Razaq Z. Cangara, M.Si., M.IR., dosen Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin, yang mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan dalam isu limbah makanan.
Dalam pemaparannya yang berjudul “SDGs 12 Campaign: Zero Food Waste Literacy, Small Steps: Global Impact”, Asra Virgianita menjelaskan bahwa sampah makanan berkaitan erat dengan tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan pola konsumsi masyarakat. Sampah makanan tidak hanya mencerminkan pemborosan air, energi, dan lahan, tetapi juga menghasilkan emisi gas rumah kaca saat membusuk di tempat pemrosesan akhir. Ia menyebut Indonesia sebagai negara penghasil sampah makanan terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah mencapai 14,73 juta ton per tahun.
“Isu ini masih belum banyak disadari masyarakat, sehingga literasi tentang sampah makanan perlu dibangun sedini mungkin. Langkah kecil itu bisa dimulai dari rumah, dari rumah tangga teman-teman sendiri. Internalisasi nilai memang butuh proses panjang, tidak cukup satu-dua hari, tetapi bisa dimulai dari kesadaran diri,” ujar Asra.
Sementara itu, Pusparida Syahdan memaparkan Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Kota Makassar. Kebijakan ini memindahkan tanggung jawab pengelolaan sampah ke sumbernya, sehingga setiap rumah tangga di Makassar diharapkan memilah sampah ke dalam empat kategori: organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.
“Kita tidak perlu menstigma sampah, karena sampah adalah bagian dari kita juga. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola sampah yang kita hasilkan sendiri dan bertanggung jawab atas konsumsi kita,” ujar Pusparida.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga dirancang melalui pendekatan interaktif berupa permainan edukatif dan kuis mengenai SDGs serta Zero Food Waste. Sebagai bagian dari evaluasi, peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman mereka sebelum dan setelah kegiatan.
Antusiasme siswa terlihat dalam sesi tanya jawab. Delapan siswa, termasuk Ketua OSIS SMAN 5 Makassar, mengajukan pertanyaan kritis: mulai dari kegagalan sistemik pola konsumsi, tanggung jawab industri besar sebagai penyumbang limbah makanan, perlunya payung hukum seperti yang diterapkan Singapura, hingga cara menjangkau orang tua, ibu rumah tangga, dan kelompok marginal. Sejumlah siswa juga berbagi praktik yang sudah mereka jalankan, seperti mengolah sisa makanan usaha kuliner dengan maggot dan program OSIS mengubah sampah menjadi kompos.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Asra menekankan bahwa penanganan sampah makanan perlu dilihat dari dimensi sosial serta dimensi hukum dan politik, termasuk melalui advokasi kepada pemerintah agar menerbitkan regulasi terkait. Pusparida menambahkan bahwa siswa dapat ikut mendorong kebijakan, misalnya dengan mengajukan pertanyaan kritis tentang isu lingkungan kepada calon legislatif saat masa kampanye mendatang.
Kegiatan ini merupakan seri ketiga program literasi Zero Food Waste Departemen HI FISIP UI. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di Depok bersama Yonsei University dan Ban Ki-moon Foundation, serta di Denpasar melalui kerja sama dengan Universitas Udayana.
Kegiatan ini turut didukung oleh tim Pengabdian Masyarakat Departemen HI FISIP UI, yaitu Rachmasari Nur Al-Husin, M.Si., Rizka Bunga Shafira, M.Si., dan Muhammad Awatarino, S.Sos., yang terlibat dalam koordinasi dan pelaksanaan rangkaian kegiatan bersama tim Departemen HI FISIP Universitas Hasanuddin.
Melalui kolaborasi antara Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, dan SMAN 5 Makassar, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda untuk menerapkan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Upaya sederhana dalam mengurangi sampah makanan diharapkan menjadi bagian dari kontribusi nyata pelajar terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan. (*)

