Site icon KABARIKA

Wamentan Saleh Dorong Percepatan Tanam dan Produktivitas Cetak Sawah Merauke

KABARIKA.ID, MERAUKE– Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mendorong percepatan tanam dan peningkatan produktivitas program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Merauke, Papua Selatan. Penguatan infrastruktur pertanian, pemenuhan sarana produksi, serta kelembagaan petani menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan lahan yang telah dibuka agar semakin produktif dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Berdasarkan data program, luas cetak sawah di Papua Selatan mencapai 45.993 hektare, terdiri atas 17.693 hektare pada 2025 dan 28.300 hektare pada 2026.

Saat meninjau lokasi cetak sawah di Desa Muram Sari, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (24/10), Wamentan Saleh berdialog dengan kelompok tani dan mendengarkan langsung berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari jalan usaha tani, irigasi, mekanisasi, hingga ketersediaan pupuk dan benih.

“Ke depan, saya akan laporkan ke Pak Menteri untuk ada semacam solusi terpadu. Khusus untuk cetak sawah ini, dari mulai hulu sampai hilirnya, sampai bisa berjalan dengan baik,” ujar Wamentan Saleh.

Wamentan Saleh mendorong jajaran pertanian untuk terus memperkuat dukungan kepada petani dan memastikan berbagai kebutuhan produksi terpenuhi. Ketersediaan pupuk, benih, air, serta dukungan alat dan mesin pertanian perlu dioptimalkan agar percepatan tanam berjalan lancar dan lahan yang telah dibuka dapat segera produktif.

“Jangan sampai ada petani yang kurang pupuk, jangan sampai ada petani yang kurang benih. Ibu (Kadis), laporkan,” tegasnya.

Wamentan Saleh menilai Merauke memiliki potensi besar menjadi lumbung pangan nasional. Pengembangan pertanian di wilayah tersebut perlu terus diperkuat secara berkelanjutan melalui optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, dan dukungan yang memadai bagi petani.

Menurutnya, pengembangan cetak sawah merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Karena itu, perluasan lahan harus diikuti peningkatan produktivitas serta kepastian bahwa hasil pertanian memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Pangan yang kita cita-citakan dan usahakan bersama ini harus terus berlanjut, ditingkatkan, dan dijaga,” ungkap Wamentan Saleh.

Selain meningkatkan produksi, Wamentan Saleh menekankan pentingnya memperkuat kesejahteraan petani, termasuk melalui akses pasar dan pengembangan koperasi. Petani perlu didukung agar hasil panennya memberikan pendapatan yang layak serta memiliki posisi tawar yang lebih kuat, sehingga tidak bergantung pada praktik ijon maupun tengkulak.

“Semua yang kita usahakan ini akan bisa mendatangkan manfaat apabila kita bersama-sama, saling tolong-menolong, saling baku bantu, saling menyelesaikan persoalan,” ujarnya.

Melalui percepatan tanam, penguatan sarana produksi, dan dukungan dari hulu hingga hilir, Wamentan Saleh mendorong optimalisasi program Cetak Sawah Rakyat di Papua Selatan agar tidak hanya memperluas areal pertanian, tetapi juga meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan potensi Merauke sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional, sekaligus mendukung keberlanjutan swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas dan penguatan peran petani. (*)

Exit mobile version