KABARIKA.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Pertanian (Kementan), khususnya generasi muda, untuk memperkuat kinerja dan mempercepat program pembangunan pertanian guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika geopolitik global.
Ajakan tersebut disampaikan Wamentan Saleh saat memberikan amanat dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di lingkungan Kementerian Pertanian. Ia menegaskan, semangat persatuan, patriotisme, dan pengabdian para pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda harus terus diwujudkan melalui kerja nyata, termasuk dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Mari kita kembalikan pengabdian kita kepada Kementerian Pertanian yang kita cintai ini dengan fokus pada peningkatan produksi, khususnya padi dan jagung,” ujar Wamentan Saleh.
Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan iklim yang sulit diprediksi serta tekanan geopolitik berpotensi mengganggu ketersediaan dan distribusi pangan maupun pupuk. Kondisi tersebut dapat memengaruhi produksi, mendorong kenaikan harga komoditas, dan memperbesar risiko krisis pangan.
Di tengah tantangan tersebut, Indonesia terus memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program peningkatan produksi dan penguatan kapasitas sektor pertanian. Sejumlah indikator yang disampaikan dalam amanat upacara menunjukkan perkembangan positif, mulai dari peningkatan produksi beras hingga perbaikan kinerja ekspor pertanian.
Berdasarkan data yang dipaparkan, produksi beras nasional sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, stok beras Perum Bulog pada 26 Oktober 2026 tercatat sebesar 4,58 juta ton.
Wamentan Saleh juga menyoroti capaian sektor pertanian dari sisi pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan petani, perdagangan, dan penyerapan tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian pada 2025 disebut mencapai 5,74 persen, sedangkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2026 tercatat sebesar 131,11, yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Di bidang perdagangan, ekspor pertanian dilaporkan mencapai Rp166,71 triliun, sedangkan impor turun Rp41,68 triliun. Sektor pertanian juga menyerap sekitar 42,60 juta tenaga kerja, meningkat 4,66 persen.
Menurut Wamentan Saleh, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kementan dan kementerian serta lembaga terkait. Karena itu, keberhasilan pembangunan pertanian tidak boleh hanya dilekatkan pada satu individu, melainkan harus dipandang sebagai buah dari kerja kolektif.
“Ini adalah kerja tim, kerja kita semuanya. Saya berharap apa yang kita kerjakan menjadi ladang ibadah, ladang pahala, dan amal jariah bagi kemajuan bangsa dan negara,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamentan Saleh juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Seluruh pegawai diminta menjaga semangat kebersamaan sebagai satu keluarga besar Kementerian Pertanian, sekaligus memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat.
Ia turut mendorong penataan lingkungan kantor Kementan agar lebih produktif dan terawat. Penataan tanaman akan dilakukan berdasarkan pembagian area, disertai evaluasi dan perlombaan antarsektor untuk mendorong partisipasi serta tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda, lanjut Wamentan Saleh, bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kembali semangat persatuan dan pengabdian lintas generasi. Nilai-nilai perjuangan pemuda pada 1928 harus tetap relevan dalam menjawab tantangan pembangunan Indonesia saat ini.
Ia menekankan bahwa patriotisme tidak cukup diwujudkan melalui simbol, tetapi harus tercermin dalam tindakan nyata untuk menjaga keberlanjutan bangsa. Semangat pantang menyerah juga perlu diiringi empati agar kekuatan dan kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, seluruh ASN Kementan, terutama generasi muda, diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan produktivitas pertanian, mengawal pelaksanaan program, serta memperkuat kemandirian pangan nasional.
“Marilah kita menatap masa depan dengan optimistis. Dengan kerja bersama, fokus pada peningkatan produksi, dan tanggung jawab terhadap program pembangunan pertanian, kita dapat terus memperkuat ketahanan pangan dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tutup Wamentan Saleh. (*)

