KABARIKA.ID, MAGELANG– Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mendorong penguatan koperasi sebagai penggerak usaha peternakan kambing dan sapi perah, terutama dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai jual susu. Koperasi perlu berperan lebih aktif dalam menghimpun produksi peternak, mengelola pemasaran, dan membangun kemitraan langsung dengan industri pengolahan agar hasil usaha peternak memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Wamentan Saleh saat melakukan kunjungan ke koperasi peternakan kambing dan sapi perah di Kabupaten Magelang, Jumat (30/10). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat potensi pengembangan usaha peternakan sekaligus mengidentifikasi tantangan yang dihadapi peternak, mulai dari pengelolaan kelembagaan hingga pemasaran hasil produksi.
“Alhamdulillah, saya melihat upaya mandiri yang sangat baik. Ini perlu kita lakukan pembinaan ke depan agar semakin berkembang dan bisa memberikan nilai penghasilan tambahan yang lebih meningkat,” ujar Wamentan Saleh.
Menurut Wamentan Saleh, pengembangan peternakan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi atau menyediakan fasilitas pengolahan. Kelembagaan koperasi harus diperkuat agar mampu mengelola usaha secara profesional, menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan peternak, serta memastikan hasil produksi terserap pasar.
“Kita akan berhasil apabila peternak didukung dengan kelembagaan dan usaha yang benar. Kalau yang dikerjakan tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peternak, maka hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.
Menurut Wamentan Saleh, salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah pemasaran susu kambing. Koperasi perlu memiliki kemampuan usaha dan permodalan yang memadai agar tidak hanya menjadi wadah anggota, tetapi juga dapat berperan langsung dalam penjualan hasil produksi.
Wamentan Saleh menyebut, salah satu opsi yang perlu dikaji adalah menjadikan koperasi sebagai pengelola pemasaran yang membeli susu dari peternak, kemudian menyalurkannya langsung kepada pabrik atau pembeli utama. Skema ini diharapkan dapat memperkuat posisi tawar peternak sekaligus membuka peluang memperoleh harga yang lebih layak.
“Kita akan lihat efektivitas dan efisiensinya, termasuk stabilitas harga susu kambing ini dari produsen. Tadi kita ada diskusi apakah koperasi ini bisa menjadi divisi penjualan, sehingga punya modal usaha untuk membeli hasil produksi peternak dan menyalurkannya langsung ke pabrik-pabrik. Kita akan pelajari mana yang terbaik,” ujar Wamentan Saleh.
Ia menegaskan, penguatan koperasi harus berorientasi pada manfaat nyata bagi anggota. Karena itu, rencana pengembangan usaha perlu memperhitungkan kapasitas produksi, kebutuhan pasar, kemampuan permodalan, dan efisiensi operasional agar koperasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Jangan sampai peternak sudah bekerja keras, tetapi mendapatkan nilai yang kecil. Kita ingin peternak memperoleh hasil yang layak dari usahanya. Karena itu, koperasi harus dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya,” tegasnya.
Selain pemasaran, dialog dengan peternak sapi perah juga membahas kebutuhan dukungan pengembangan usaha, termasuk peningkatan populasi ternak, akses pembiayaan, serta sarana produksi dan pengolahan susu. Wamentan Saleh menyatakan pemerintah akan mengoordinasikan berbagai kebutuhan tersebut dengan pihak terkait dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dan kondisi peternak.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengapresiasi inisiatif pengembangan kambing perah yang dilakukan Koperasi Produsen Rojo Koyo Utomo. Menurutnya, keberadaan unit pengolahan susu menjadi langkah penting dalam mengembangkan usaha peternakan berbasis nilai tambah, tetapi perlu diikuti dukungan untuk memastikan produk dapat terserap pasar.
“Kami berharap ada dukungan untuk perluasan akses pasar. Hari ini kami patut berbangga karena unit pengolahan sudah dibangun secara fisik, tetapi kami menyadari tantangan ke depan masih besar, terutama keberlanjutan pakan, produksi, dan pengelolaan susu sampai produknya bisa diterima di pasar,” ujar Grengseng.
Ia menilai, akses pasar menjadi salah satu pekerjaan penting setelah fasilitas pengolahan tersedia. Keberlanjutan usaha juga bergantung pada ketersediaan pakan, konsistensi produksi, dan kemampuan mengelola susu hingga menjadi produk yang memenuhi kebutuhan konsumen.
Penguatan koperasi diharapkan dapat menjembatani kebutuhan tersebut melalui pengelolaan produksi dan pemasaran yang lebih terintegrasi. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, dan peternak diperlukan agar potensi kambing dan sapi perah di Magelang berkembang menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan.

