Site icon KABARIKA

Bahu Membahu Cegah Perang Kelompok dan Geng Motor di Makassar

KABARIKA.ID, MAKASSAR — DPRD Kota Makassar mengimbau camat dan lurah agar lebih aktif turun ke masyarakat untuk mencegah maraknya perang kelompok dan aksi geng motor yang meresahkan warga.

‎Imbauan tersebut disampaikan Anggota DPRD Makassar, Muchlis A Misbah, usai mewakili Ketua DPRD dalam pertemuan dengan Kapolda Sulsel dan Kapolrestabes Makassar, serta jajaran terkait di Polrestabes Makassar, Kamis (5/11/2026).

‎Muchlis mengatakan, DPRD mendorong sinergi antara pemerintah kota, kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat untuk mencegah sekaligus menangani aksi kekerasan antarkelompok.

‎Ia meminta aparat kepolisian dan TNI bertindak tegas terhadap pelaku yang terbukti terlibat dalam perang kelompok maupun geng motor. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena telah menimbulkan korban jiwa.

‎Berdasarkan data yang dihimpunnya, sekitar lima orang meninggal dunia akibat perang kelompok dalam dua tahun terakhir, termasuk korban yang terkena anak panah busur.

‎”Kami mewakili masyarakat meminta kepada Polri, polsek, dan TNI untuk menindak tegas pelaku perang kelompok dan geng motor. Kalau memang ada yang terbukti bersalah, jangan diberikan toleransi lagi karena sudah mengancam nyawa orang lain,” tegas Muchlis.

‎Meski demikian, ia menilai penanganan perang kelompok tidak cukup hanya mengandalkan tindakan hukum. Upaya pencegahan melalui pendekatan sosial dan pembinaan generasi muda juga perlu diperkuat.

‎Muchlis mencontohkan, pendekatan langsung kepada kelompok pemuda di wilayah Manggala, khususnya Manggala Parang, turut membantu menekan aksi perang kelompok.

‎Ia juga menyoroti faktor anak muda yang tidak memiliki kegiatan produktif serta masih adanya anak yang tidak bersekolah. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian pemerintah.

‎Karena itu, Muchlis meminta Dinas Pendidikan segera mendata anak-anak yang tidak bersekolah untuk difasilitasi kembali mengenyam pendidikan. Pemerintah juga didorong memperluas kesempatan kerja agar generasi muda memiliki aktivitas yang lebih produktif.

‎Selain itu, camat dan lurah diminta melibatkan RT/RW serta tokoh masyarakat untuk melakukan edukasi dan pembinaan terhadap anak-anak muda di wilayah masing-masing.

‎”Lebih baik mencegah daripada mengobati. Cara pencegahannya adalah dengan pendekatan tokoh masyarakat kepada tokoh-tokoh masyarakat lainnya,” ujarnya.

‎Muchlis turut mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak. Ia berharap seluruh elemen masyarakat mengambil bagian dalam mencegah perang kelompok dan geng motor agar tidak semakin meluas.

‎”Anak-anak ini adalah anak-anak kita. Mari sama-sama kita bina supaya tidak ikut perang kelompok lagi,” pungkasnya. (*)

 

Exit mobile version