Site icon KABARIKA

Dato Low Tuck Kwong: Saya Tawarkan Saham BYAN ke Haji Isam, Sebelumnya Juga Sudah Tawarkan ke Pihak Lain, Tak Ada Tekanan

KABARIKA.ID, JAKARTA – Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam resmi menjadi pemilik 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp26,1 triliun.

Sempat tersiar isu tak sedap terkait kesepakatan bisnis dengan Dato’ Low Tuck Kwong, sang pendiri dan pemilik BYAN.

Namun kini sudah terjawab, semuanya tak benar alias hoaks.

Di sela acara BAYRUN For Charity 2026 di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (8/6/202), Dato’ Low Tuck Kwong melalui Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menegaskan bahwa proses akuisisi saham BYAN oleh PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam, adalah murni bisnis. Tidak ada tekanan dari pihak mana pun.

“Low Tuck Kwong membenarkan BYAN secara nyata menjual saham ke Haji Isam, murni bisnis dan dilakukan transparan serta tidak ada tekanan apa pun,” ungkap Merlin.

Ia mengatakan, kedua pihak berharap, melalui kerja sama bisnis ini bisa melahirkan kontribusi positif bagi Indonesia.

“Harapan kedua belah pihak baik Dato (Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk, Low Tuck Kwong) dan juga Pak Haji, bersama-sama terus membawa hal yang positif bagi Indonesia,” harapnya.

Low Tuck Kwong sendiri mengenal reputasi bisnis Haji Isam di dunia pertambangan sudah sejak lama. “Reputasinya baik dan mengenal sosok Haji Isam baik sebagai partner bisnis,” katanya.
BYAN Bakal Jelaskan Proses Pengalihan Saham ke BEI

Sebelumnya, Bayan Resources mengungkapkan rencana pengalihan saham melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 17 November 2026.

Dalam pengumuman tersebut, Low Tuck Kwong dan anaknya, Elaine Low, menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.

Proses transaksi kemudian diselesaikan pada pertengahan Oktober 2026.

Perjanjian itu mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa Bayan Resources. Penyelesaian transaksi bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan.

Untuk diketahui, PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam, mengakuisisi sebanyak 10.084.088.370 saham BYAN, setara 30,25 persen senilai Rp26,1 triliun.

Bisa jadi, ekspansi bisnis Haji Isam lewat akuisisi BYAN ini merupakan transaksi terbesar di sektor pertambangan nasional.

Masuknya Jhonlin sebagai pemegang saham baru di BYAN menjadi perkembangan penting dalam peta kepemilikan salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia tersebut.*

Exit mobile version