KABARIKA.ID, MAKASSAR — Sejak 2015 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan Penghargaan Nelson Mandela (Nelson Mandela Prize) kepada individu yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani kemanusiaan sebagaimana dipandu oleh tujuan dan prinsip PBB.
Penghargaan Nelson Mandela ini sekaligus juga sebagai bentuk penghormatan kepada kehidupan luar biasa Nelson Rolihlahla Mandela serta warisan rekonsiliasi, transisi politik, dan transformasi sosial.
Penghargaan Nelson Mandela selanjutnya diberikan setiap lima tahun kepada dua orang. Nama calon penerima dipilih oleh Komite Seleksi PBB atas saran dari sekelompok tokoh terkemuka.
PBB pada hari Kamis (17/07/2025) mengumumkan dua orang penerima Penghargaan Nelson Mandela tahun 2025.
Mereka adalah Brenda Reynolds, seorang pekerja sosial pribumi dari Saulteaux First Nation Kanada, dan Kennedy Odede seorang wirausahawan sosial dari Kenya.
Sekjen PBB António Guterres menyerahkan Penghargaan Nelson Mandela 2025 tersebut kepada Brenda Reynolds dan Kennedy Odede, pada peringatan Hari Internasional Nelson Mandela, Jumat (18/07/2025) di Markas Besar PBB, New York, AS.
“Para pemenang Penghargaan Nelson Mandela tahun ini mewujudkan semangat persatuan dan mengingatkan bagaimana kita semua memiliki kekuatan untuk membentuk komunitas yang lebih kuat dan dunia yang lebih baik,” ujar Sekjen PBB Guterres.
Brenda Reynolds
Sebagai anggota Status Treaty dari Fishing Lake Saulteaux First Nation di Saskatchewan, Kanada, Brenda Reynolds telah menghabiskan waktunya selama puluhan tahun memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, kesehatan mental, dan perawatan trauma.
Pada tahun 1988, Reynolds mendampingi 17 remaja putri dalam kasus pelecehan seksual pertama di sekolah asrama di Saskatchewan.
Kemudian, ia menjadi penasihat khusus untuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (TRC), membantu membentuk dukungan bagi penyintas dan respons trauma.
Reynolds paling dikenal atas peran kuncinya dalam Perjanjian Penyelesaian Sekolah Asrama Indian yang diputuskan pengadilan Kanada dan pengembangan Program Dukungan Kesehatan Resolusi Sekolah Asrama Indian, sebuah inisiatif nasional yang menawarkan perawatan kesehatan mental berbasis budaya bagi para penyintas dan keluarga.
Pada tahun 2023, ia diundang oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Uni Eropa untuk berbagi keahliannya tentang trauma dan genosida budaya.
Kennedy Odede
Setelah tinggal di daerah kumuh Kibera di Kenya selama 23 tahun, Kennedy Odede beralih dari hidup di jalanan pada usia 10 tahun menjadi sosok yang diakui dunia, ketika ia dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Tokoh Paling Berpengaruh versi majalah TIME tahun 2024.
Perjalanannya dimulai dengan sebuah tindakan kecil, yakni menabung dari hasil usahanya yang sedikit untuk membeli bola sepak dan menyatukan komunitasnya.
Percikan itu berkembang menjadi Shining Hope for Communities (SHOFCO), sebuah gerakan akar rumput yang kini ia pimpin sebagai CEO.
SHOFCO beroperasi di 68 lokasi di seluruh Kenya, memberdayakan kelompok-kelompok lokal dan memberikan layanan vital kepada lebih dari 2,4 juta orang setiap tahun.
Odede juga merupakan salah satu penulis buku terlaris New York Times dan memegang peran di USAID, Forum Ekonomi Dunia, Yayasan Obama, dan Inisiatif Global Clinton. (rus)

