Site icon KABARIKA

Perkuat Fungsi Kelembagaan di Bidang Kebudayaan, BRIN Serahkan Delapan Aset BMN ke Kemenbud

KABARIKA.ID, JAKARTA — Guna memperkuat fungsi kelembagaan di bidang kebudayaan, khususnya upaya pelindungan dan pemanfaatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyerahkan delapan aset strategis berupa barang milik negara (BMN) kepada Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menerima langsung daftar delapan aset strategis berupa gedung yang dialihkan statusnya oleh BRIN kepada Kemenbud.

“Aset-aset yang dialihkan statusnya ini bukan hanya barang, melainkan juga penopang kerja kebudayaan di masa depan. Gedung-gedung ini akan difungsikan sebagai kantor Balai Perlindungan Kebudayaan wilayah,” kata Menbud dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (19/09/2025).

Menbud menuturkan, kantor-kantor balai perlindungan itu merupakan ujung tombak Kemenbud dalam upaya pemajuan kebudayaan.

Sedangkan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan pelestarian dan pemanfaatan aset akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Ke depannya masyarakat akan ikut menjaga dan melestarikannya. Semangat kami sejak awal adalah memastikan bahwa aset-aset yang kita miliki dapat dimanfaatkan secara penuh,” kata Tri Handoko.

Berikut daftar gedung yang diserahkan dan dialihfungsikan oleh BRIN kepada Kemenbud untuk digunakan bagi kepentingan pelestarian kebudayaan.

1. Gedung eks Balai Arkeologi Medan di Sumatra Utara,
2. Gedung eks Balai Arkeologi Palembang di Sumatra Selatan,
3. Gedung eks Balai Arkeologi Banjarmasin di Kalimantan Selatan,
4. Gedung eks Puslit Arkenas Serang di Banten,
5. Gedung eks BPPT Bandar Lampung di Lampung,
6. Gedung eks Puslit Arkenas Rembang di Jawa Tengah,
7. Gedung eks Puslit Arkenas Pacitan di Jawa Timur, dan
8. Gedung eks Puslit Arkenas Mojokerto di Jawa Timur.

Tri Handoko juga mengapresiasi inisiasi Kemenbud yang mendukung upaya optimalisasi aset negara.

Ia berharap, agar aset-aset tersebut dapat dimanfaatkan secara penuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kementerian secara lebih efektif,” ujar Tri Handoko.

Aset yang diterima oleh Kemenbud dari BRIN, meliputi tanah, bangunan, serta peralatan dan mesin.

Aset tersebut tersebar di tujuh lokasi di Indonesia, yakni di Medan, Palembang, Lampung, Banjarbaru, Pacitan, dan Mojokerto.

Sementara itu, Menbud Fadli mengharapkan penyerahan aset ini menjadi tonggak bagi sinergi yang semakin erat antarlembaga negara.

“Ada manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kebudayaan,” ujar Menbud Fadli. (*/mr)

Exit mobile version