Site icon KABARIKA

Hadiah Nobel Sastra 2025 Jatuh ke Tangan Penulis Hungaria, László Krasznahorkai

KABARIKA.ID, STOCKHOLM — Komite Nobel di Stockholm, Swedia, mengumumkan László Krasznahorkai dari Hungaria sebagai memenangkan Nobel Sastra tahun 2025, pada Kamis (9/101/2025). Krasznahorkai dikenal sebagai penulis novel “apokaliptik”.

Penghargaan bergengsi ini diberikan atas karya-karya Krasznahorkai yang menarik dan visioner dan penuh daya pikat yang, di tengah teror apokaliptik, menegaskan kembali kekuatan seni, kata Komite Nobel dalam pernyataannya.

“Saya benar-benar terkejut, dan saya sangat bangga bisa berada dalam deretan penulis dan penyair besar,” kata Krasznahorkai melalui sambungan telepon ketika komite Nobel menghubunginya.

Dalam panggilan tersebut, ia mengatakan bahwa kepahitan adalah dorongan kreatif terbesarnya.

“Saya sangat sedih ketika memikirkan kondisi dunia saat ini, dan itulah inspirasi terdalam saya,” ucap Krasznahorkai.

Namun, ia juga menekankan betapa pentingnya menggunakan fantasi.

“Tanpa fantasi, hidup menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Membaca buku memberi kita lebih banyak kekuatan untuk bertahan menghadapi masa-masa sulit di Bumi,” tegas Krasznahorkai.

Ia lahir pada 5 Januari 1954 di Gyula, sebuah kota di Hungaria tenggara yang berdekatan dengan perbatasan Romania.

Novel pertamanya, Satantango (1985), menjadi sensasi di dunia sastra.

Novel itu menceritakan sekelompok warga miskin di sebuah perkebunan kolektif yang terbengkalai.

Mereka kedatangan tokoh karismatik yang bangkit dari kubur menjelang ambruknya rezim Komunis.

Nilai “satanis” hadir dalam moralitas budak dan “kepura-puraan” sang tokoh yang “mengikat mereka dalam simpul,” kata Komite Nobel dalam penilaiannya.

Novel itu kemudian diadaptasi oleh sutradara Hungaria Bela Tarr menjadi film berdurasi 8 jam dengan judul yang sama pada 1994.

Karya-karya Krasznahorkai lainnya antara lain The Melancholy of Resistance (1989), War & War (1996), Baron Wenckheim’s Homecoming(2016), dan Herscht 07769 (2012), yang bersama Satantango membentuk lima serangkai karya yang memiliki tema “apokaliptik” (akhir dunia).

Komite Nobel menyebut Krasznahorkai sebagai penulis epik dalam tradisi sastra Eropa Tengah, yang dipenuhi karya sastra dari penulis Ceko Franz Kafka hingga penulis Austria, Thomas Bernhard. (rus)

Exit mobile version