Site icon KABARIKA

Wisuda Tahfidz RHIS, Orang Tua Bangga Anaknya Jadi Penghafal Al Quran Tanpa Melupakan Pelajaran Umum

KABARIKA.ID, MAKASSAR– Wisuda tahfidz siswa-siswi Ranu Harapan Islamic School atau RHIS di Hotel Claro, Makassar, Jumat, 17 Juli 2026, menjadi momen penuh kebanggaan bagi para orang tua. Mereka menilai capaian anak-anak sebagai penghafal Al Quran membuktikan pendidikan tahfidz tetap bisa ditempuh tanpa harus mondok, sambil tetap mengejar pelajaran umum.

Salah satu orang tua siswa RHIS, Andika Perdana Putra, mengaku bangga karena anaknya, Diaz Azka Putra yang duduk di kelas 1 SMP dan Dirga Athari Putra kelas 3 SD, sudah mampu menghafal dua juz Al Quran, yakni Juz 29 dan Juz 30.

Menurut Andika, capaian itu menjadi jawaban atas harapan keluarga agar anak-anak mereka tumbuh sebagai penghafal Al Quran tanpa meninggalkan pelajaran lain seperti matematika dan bahasa Inggris.

“Sangat bangga dan berterima kasih atas perkembangan budi pekerti juga, kebiasaan bangun salat fardhu, sekolah, salat dhuha, dzuhur, mengingat tanpa disuruh orang tua,” ujar Andika.

Ia menilai pendidikan di RHIS tidak hanya mendorong hafalan, tetapi juga membentuk kebiasaan ibadah harian dan karakter anak di rumah. Karena itu, Andika menyampaikan terima kasih kepada Muhammad Ramli Rahim sebagai pendiri dan pemilik RHIS atas program pendidikan yang dijalankan sekolah tersebut.

Selain mengapresiasi capaian tahfidz, Andika juga berharap RHIS ke depan menambah kegiatan penunjang bagi siswa di luar pelajaran inti.

“Mudah-mudahan bisa diadakan program ekskul dan termasuk kegiatan baris-berbaris bagi siswa,” ujarnya.

Berawal dari rumah sederhana

RHIS didirikan Muhammad Ramli Rahim pada 2017. Sekolah itu bermula dari rumah sederhana di Jalan Gagak sebelum kemudian berpindah ke Jalan Meranti.

Sejak awal, RHIS berfokus pada tahfidz Al Quran dan kecakapan internasional dengan konsep yang memadukan akhlak, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Model pendidikan itu menjadi daya tarik bagi orang tua yang ingin anaknya menguasai hafalan Al Quran sekaligus tetap kompetitif di bidang akademik umum.

Selain mengelola RHIS, Ramli Rahim juga dikenal pernah menjabat Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia atau IGI. Saat ini, ia juga disebut bertugas sebagai National Project Leader program Sekolah Unggulan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atau KKSS.

Exit mobile version