KABARIKA.ID, MAKASSAR — Anne Carson lahir pada pada 21 Juni 1950 di Toronto, Kanada. Pada tahun 1981, ia menerbitkan disertasi doktoralnya di bidang studi Klasik yang berjudul Odi et Amo Ergo Sum.
Sepanjang kariernya, ia memadukan penulisan puisi dengan pekerjaan penerjemahan serta pengajaran di berbagai universitas.
Hampir seluruh karya sastranya berpusat pada titik temu antara obsesi seorang filolog terhadap kata-kata dan hasrat seorang penyair akan makna baru. Ia sendiri menganggap etimologi kata sebagai titik awal bagi seluruh karyanya.
Terjemahannya dari bahasa Yunani Klasik dapat dianggap sebagai karya mandiri yang berdiri sendiri. Di antaranya adalah interpretasinya terhadap fragmen puisi Sappho, If Not, Winter (2002), serta karya-karya tragedi seperti Electra (2001) dan Antigone (2015) karya Sophocles, dan Bakkhai (2015) karya Euripides.
Dalam esai panjangnya, Eros the Bittersweet (1986), Carson meletakkan dasar bagi karya-karya tulisnya di kemudian hari.
Dengan perenungan yang disajikan secara brilian mengenai Eros sebagai esensi dan daya penggerak puisi, buku ini banyak mengacu pada kata sifat majemuk dari Sappho yang mendefinisikan Eros sebagai perpaduan antara rasa sakit dan manis.
Perbedaan inilah, yakni jarak antara sang pencinta dan sosok yang dicintai, yang memberikan kekuatan pada Eros dan menggerakkan puisi tersebut.
Carson mewujudkan hal ini dalam tulisannya dengan terus menghadirkan berbagai suara berbeda yang saling berinteraksi dan beradu satu sama lain.
Dalam Eros the Bittersweet, ia membahas tentang “pandangan stereoskopis” yang memungkinkannya untuk “menjaga keseimbangan antara dua perspektif sekaligus”.
Contoh nyatanya adalah esai Economy of the Unlost (1999), di mana Carson mempertemukan penyair Yunani abad ke-6 SM, Simonides dari Keos, dengan Paul Celan. Juga dalam Men in the Off Hours (2000), di mana ia menyejajarkan sejarawan Thucydides dengan Virginia Woolf.
Melalui konstelasi sastra semacam itu, yang sering kali tak terduga, Carson telah melepaskan diri dari puisi lirik yang terikat pada sosok naratif “aku” serta menginspirasi bentuk-bentuk baru sastra kontemporer.
Metode penulisan ini menghasilkan karya-karya yang jenaka dan penuh ironi, yang bergerak tidak hanya di antara puisi klasik dan modern, tetapi juga melintasi berbagai genre dan bentuk seni.
Pada tahun 1990-an, Carson menerbitkan serangkaian karya penting. Salah satunya adalah “The Glass Essay” dalam buku Glass, Irony, and God (1995), yang memperlihatkan potensi puisi panjang di mana batas-batas genre tampak memudar.
Meskipun ditulis dalam bentuk puisi, karya ini juga merupakan sebuah kisah panjang tentang duka dan cinta tak berbalas. Naratornya, seorang wanita yang telah ditinggalkan suaminya, mengunjungi ibunya yang hidup menyendiri di kawasan padang semak (moorland) yang sunyi.
Dalam perjalanan itu, ia membawa serta karya-karya penulis favoritnya, Emily Brontë; lanskap padang semak dan dunia batin Brontë pun terjalin erat dalam teks tersebut.
Berpusat pada tiga wanita kesepian yang duduk di meja dapur, puisi panjang yang sekaligus merupakan sebuah pembacaan kritis atas karya Brontë ini bertransformasi menjadi esai tentang penelantaran.
Puisi tersebut membutuhkan kisah itu, dan sebaliknya, kisah itu bergantung pada lompatan serta pergantian adegan khas puisi yang dimanfaatkan Carson dengan penuh kemahiran.
Pada dekade yang sama, terbit pula karya lain yang sering dianggap sebagai karya terbaik Carson, berjudul Autobiography of Red: A Novel in Verse (1998). Karya ini menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dalam menghidupkan kembali tradisi sastra klasik.
Dengan kepekaan tajam terhadap idiom dan pengalaman kontemporer, ia menjadikan fragmen puisi karya penyair Yunani abad ke-6 SM, Stesichoros, yang berkisah tentang monster merah bersayap bernama Geryon, sebagai titik tolaknya.
Jika mitos aslinya mengisahkan bagaimana Heracles membunuh Geryon dan mencuri ternaknya demi menuntaskan salah satu tugas beratnya, Carson justru mengubah sosok raksasa yang menakutkan itu menjadi ‘pahlawan’ lembut yang sangat berbakti kepada ibunya, dalam sebuah kisah yang menjelma menjadi Bildungsroman modern.
Geryon muda, yang sebelumnya pernah mengalami kekerasan seksual oleh saudaranya sendiri, jatuh cinta kepada Heracles yang angkuh dan kasar.
Apa yang terjadi ketika Anda mencintai seseorang yang pada akhirnya akan menghancurkan Anda? Ini adalah pertanyaan klasik yang dihadirkan dalam bentuk puisi epik spektakuler yang kaya akan kualitas liris.
Carson pernah menyebut kebosanan sebagai musuh bebuyutannya, dan ia menghadapi kondisi tersebut dengan humor serta kecerdasan yang tak biasa.
The Beauty of the Husband: A Fictional Essay in 29 Tangos, yang diterbitkan pada tahun 2001, mengisahkan pertengkaran sengit dan penuh sindiran dengan seorang suami yang gemar membohongi.
Setiap episode dari dua puluh sembilan bagian buku ini diawali dengan baris-baris puisi karya penyair beraliran romantik, John Keats. Kata-kata luhur Keats mengenai keindahan sebagai kebenaran disandingkan -dengan cara yang brutal namun jenaka- dengan drama hubungan yang menguras emosi ini.
Salah satu karya Carson yang tak terlupakan adalah Nox (2010), yang ditulis untuk mengenang saudaranya, Michael, sosok yang sempat menghilang secara misterius sebelum akhirnya meninggal dunia di Denmark pada tahun 2000.
Dalam karya ini, terasa betul adanya rasa kehilangan mendalam yang menyeruak dari lubuk hati terdalam. Hasilnya adalah sebuah ciptaan yang memiliki kualitas artistik layaknya karya seni pahat sekaligus karya sastra. Sebuah epitaf berbentuk kotak yang memuat lembaran lipat (model akordeon) berisi foto, surat, dan beragam teks tertulis yang didedikasikan bagi mendiang saudaranya.
Selain itu, hadir pula “suara ketiga” yang memberikan dimensi waktu melalui sosok penyair Romawi, Catullus, dengan elegi nomor 101 yang termasyhur, sebuah penghormatan bagi saudaranya yang telah tiada, yang sama seperti Michael, wafat di negeri asing. Tersaji pula terjemahan Carson yang begitu menyentuh atas puisi tersebut.
Sepanjang perjalanan kepenulisannya, Carson mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam menulis dengan sentuhan yang ringan, sebuah proses di mana bentuk sketsa sastra menjadi sangat bermakna baginya.
Bukti nyata dari hal ini adalah Float (2016), sebuah karya yang terdiri dari dua puluh dua buku kecil (chapbook) dengan beragam topik, yang dapat dibaca dalam urutan apa pun.
Karya lainnya adalah Wrong Norma (2024), sebuah paduan teks yang beragam dengan nuansa performatif yang kuat, di mana Carson melintasi batas-batas berbagai bidang seni dan akademis.
Kolaborasinya dengan seniman visual, koreografer, serta sutradara opera dan teater menunjukkan kebebasan sikapnya dalam menyikapi ekspektasi sastra maupun berbagai aturan baku.
Inilah faktor utama di balik signifikansi luar biasa karya-karyanya, sejak tahun 1990-an hingga kini, bagi kancah seni dan sastra internasional.
Sebagian Bibliografi Karya Carson (dalam Bahasa Inggris)
Odi et Amo Ergo Sum; Thesis (Ph.D.) / Anne Carson Giacomelli. Toronto : University of Toronto, 1981.
Eros the Bittersweet: An Essay. Princeton: Princeton University Press, 1986
Short Talks. London, Ontario: Brick Books, 1992.
Plainwater: Essays and Poetry. New York: Knopf, 1995.
Glass, Irony, and God / introduction by Guy Davenport. New York: New Directions, 1995
Wild Workshop / Ann [sic] Carson, Kay Adshead, Bridget Meeds. London: Faber and Faber, 1997. [“The Glass Essay”].
Autobiography of Red: A Novel in Verse. New York: Knopf, 1998
Glass and God. London: Cape Poetry, 1998.
Economy of the Unlost: Reading Simonides of Keos with Paul Celan. Princeton: Princeton University Press, 1999.
Men in the Off Hours. New York: Knopf, 2000.
Electra / Sophocles; translated by Anne Carson; with introduction and notes by Michael Shaw. Oxford: Oxford University Press, 2001.
The Beauty of the Husband: A Fictional Essay in 29 Tangos. New York: Knopf, 2001.
If Not, Winter: Fragments of Sappho / Sappho; translated by Anne Carson. New York: Knopf, 2002.
Wonderwater: Alice Offshore / Roni Horn, annotated by Anne Carson. Artists’ books. Göttingen: Steidl, 2004.
Decreation: Poetry, Essays, Opera. New York: Knopf, 2005.
Grief Lessons: Four Plays / Euripides; translated by Anne Carson. New York: New York Review Books, 2006.
An Oresteia: Agamemnon by Aiskhylos, Elektra by Sophocles, Orestes by Euripides / translated by Anne Carson. New York: Faber and Faber, 2009.
Nox. New York: New Directions, 2010.
“Electra” and other plays / Sophocles; edited by Peter Burian and Alan Shapiro; translated by Anne Carson; with introduction and notes by Michael Shaw. New York: Oxford University Press, 2010.
Antigonick / Sophokles; translated by Anne Carson; illustrated by Bianca Stone; design by Robert Currie. New York: New Directions, 2012.
Red Doc>. New York: Knopf, 2013.
Nay Rather. Paris: Center for Writers & Translators, American University of Paris; London: Sylph Editions, 2013.
Iphigenia among the Taurians / Euripides; translated by Anne Carson with an introduction by Glenn W. Most and Mark Griffith. Chicago: University of Chicago Press, 2014.
The Albertine Workout. New York: New Directions, 2014.
Hack wit / Roni Horn; with hack gloss by Anne Carson. Göttingen: Steidl, 2015.
Short Talks / with a new afterword by the author and a new introduction by Margaret Christakos. London, Ontario: Brick Books, 2015.
Antigone by Sophokles / translated by Anne Carson. London: Oberon, 2015.
Bakkhai by Euripides: a new version by Anne Carson. London: Oberon, 2015. (rus)

