KABARIKA.ID, WASHINGTON DC — Dua staf kedutaan besar (Kedubes) Israel di Washington DC ditembak mati, Rabu malam (21/05/2025) sekitar pukul 21:15 waktu setempat, atau Kamis pagi (22/05/2025) sekitar pukul 08:15 WIB.
Korban adalah pasangan muda yang akan segera bertunangan. Mereka ditembak saat meninggalkan sebuah acara di museum Yahudi.
“Tersangka berteriak ‘Bebaskan, bebaskan Palestina’ setelah dia ditangkap,” kata polisi.
Serangan tersebut dilihat oleh sejumlah pejabat di Israel dan AS sebagai tindakan terbaru dalam gelombang antisemitisme yang berkembang, saat Israel meningkatkan serangannya di Jalur Gaza.
Aksi yang mengekspresi kemarahan terhadap tindakan genosida Israel di Gaza itu, terjadi saat para ahli keamanan pangan memperingatkan bahwa Gaza berisiko terjerumus dalam kelaparan, kecuali blokade Israel segera diakhiri.
Para korban
Kedua korban, yang diidentifikasi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel, Gideon Saar, sebagai Yaron Lischinsky dan Sarah Milgrim, keduanya adalah pegawai kedutaan Israel.
Duta besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, mengatakan kepada wartawan bahwa Lischinsky telah membeli sebuah cincin minggu ini dengan maksud untuk melamar kekasihnya minggu depan di Yerusalem.
Lischinsky (28) seorang warga negara Jerman-Israel, bekerja di departemen politik kedutaan besar Israel di Washington.
Menurut biografinya di blog Times of Israel, ia meraih gelar master dalam bidang pemerintahan, diplomasi, dan strategi dari Reichman University dan gelar sarjana dalam hubungan internasional dari Hebrew University.
Duta Besar Israel untuk Jerman, Ron Prosor, mengatakan pada platform X bahwa Lischinsky lahir di Nuremberg.
Dia adalah seorang Kristen, pecinta sejati Israel, bertugas di IDF, dan memilih untuk mendedikasikan hidupnya untuk Negara Israel dan tujuan Zionis.
“Dia mewujudkan nilai-nilai Yahudi-Kristen dan menjadi contoh bagi kaum muda di seluruh dunia,” ujar Prosor.
Lischinsky pindah ke Israel saat berusia 16 tahun.
Pada profil LinkedIn-nya, ia menulis: “Saya seorang penganut setia visi yang digariskan dalam Perjanjian Abraham dan percaya bahwa memperluas lingkaran perdamaian dengan tetangga Arab kita dan mengejar kerja sama regional adalah kepentingan terbaik negara Israel dan Timur Tengah secara keseluruhan. Untuk tujuan ini, saya menganjurkan dialog antaragama dan pemahaman antarbudaya.”
Sementara Milgrim menyelenggarakan kunjungan dan misi ke Israel. Ia juga menjadi relawan di Tech2Peace, sebuah kelompok advokasi yang melatih pemuda Palestina dan Israel serta mempromosikan dialog di antara mereka.
Tech2Peace mengatakan, Milgrim adalah relawan aktif yang menyatukan orang-orang dengan empati dan tujuan.
“Dedikasinya untuk membangun masa depan yang lebih baik terlihat jelas dalam semua yang dilakukannya. Suara dan semangatnya akan sangat dirindukan,” tulis Tech2Peace.
Mantan Dubes Israel untuk AS, Michael Herzog mengatakan kepada Radio Angkatan Darat Israel bahwa wanita yang terbunuh adalah warga Amerika dan pria tersebut adalah warga Israel.
“Yaron dan Sarah adalah teman dan kolega kami. Mereka sedang dalam masa keemasan. Malam ini, seorang teroris menembak dan membunuh mereka saat mereka keluar dari sebuah acara di Museum Yahudi di ibu kota Washington DC,” tulis Kedubes Israel dalam sebuah unggahan di media sosial..
Herzog mengatakan, seluruh staf kedutaan sangat sedih dan terpukul atas pembunuhan mereka.
“Tidak ada kata-kata yang dapat mengungkapkan kedalaman kesedihan dan kengerian kami atas kehilangan yang menghancurkan ini. Hati kami bersama keluarga mereka, dan kedutaan akan berada di sisi mereka selama masa yang mengerikan ini,” kata Herzog.
Serangan
Menurut kepala polisi Metropolitan DC, Pamela Smith, tersangka terlihat mondar-mandir di luar museum sebelum penembakan. Ia masuk ke museum setelah penembakan dan ditahan oleh pihak keamanan acara.
“Ketika ia ditahan, tersangka mulai meneriakkan, ‘Bebaskan, bebaskan Palestina’,” ujar kata Smith.
Ia mengatakan penegak hukum tidak yakin ada ancaman berkelanjutan terhadap masyarakat.
Kekerasan itu terjadi setelah resepsi tahunan Diplomat Muda Komite Yahudi Amerika di museum.
“Acara ini tentang bantuan kemanusiaan,” kata Kalin.
Tersangka
Tersangka telah diidentifikasi sebagai Elias Rodriguez, 30, dari Chicago.
Tidak jelas apakah Rodriguez memiliki pengacara yang dapat memberikan komentar atas namanya. Nomor telepon yang tercantum dalam catatan publik tidak aktif.
Ia diwawancarai pada Kamis pagi (22/05/2025) oleh departemen kepolisian Metropolitan DC dan FBI. Jaksa AS di Washington akan mengadili kasus tersebut.
Reaksi sejauh ini
Kantor Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pada hari Kamis (22/05/2025) bahwa dia terkejut dengan penembakan yang mengerikan dan antisemit itu.
“Kita menyaksikan harga yang sangat mahal dari antisemitisme dan hasutan liar terhadap Israel,” ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Diplomat Israel di masa lalu telah menjadi sasaran kekerasan, baik oleh penyerang yang didukung negara maupun militan Palestina selama beberapa dekade konflik Israel-Palestina yang lebih luas, yang tumbuh sebagai reaksi atas berdirinya Israel pada 1948.
Palestina menginginkan Gaza dan Tepi Barat sebagai negara masa depan, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, wilayah yang direbut Israel dalam perang tahun 1967.
Namun, proses perdamaian antara kedua belah pihak telah terhenti selama bertahun-tahun.
Konteks konflik
Penembakan itu terjadi saat Israel meluncurkan operasi baru yang menargetkan Hamas di Jalur Gaza dalam perang yang telah memicu ketegangan di seluruh Timur Tengah.
Perang itu dimulai dengan serangan kelompok militan Palestina Hamas dari Gaza pada 7 Oktober 2023 untuk menewaskan 1.200 orang dan membawa 250 sandera kembali ke wilayah pesisir.
Sejak saat itu, kampanye mematikan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 53.000 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, menurut otoritas kesehatan setempat.
Pertempuran tersebut telah menyebabkan 90% dari sekitar 2 juta penduduk wilayah tersebut mengungsi, memicu krisis kelaparan, dan menghancurkan sebagian besar lanskap perkotaan Gaza.
Kelompok-kelompok bantuan kehabisan makanan untuk didistribusikan beberapa minggu yang lalu, dan sebagian besar penduduk bergantung pada dapur umum yang persediaannya hampir habis. (rus)

