KABARIKA.ID, NEW YORK — Forum debat tingkat tinggi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang membahas proses perdamaian di Palestina, Rabu (23/07/2025) berlangsung sengit.
Inggris mengkritik tajam tindakan Israel di Gaza yang tidak manusiawi, karena menahan masuknya bantuan bahan makanan ke Gaza, sementara warga kelaparan.
Inggris menggambarkan sistem distribusi bantuan bahan panagan yang diterapkan Israel sebagai tidak manusiawi, tidak efektif, berbahaya, dan memicu ketidakstabilan.
Berbicara pada debat terbuka DK PBB tersebut, Duta Besar Inggris untuk PBB Barbara Woodward mengatakan bahwa penderitaan warga sipil Palestina dan penyanderaan berkelanjutan oleh Hamas sejak 7 Oktober, harus diakhiri sekarang.
“IDF menembaki warga sipil Gaza yang putus asa hampir setiap hari menunggu bantuan bahan makanan,” ujar Woodward.
Ia mendesak Israel untuk menghentikan serangan semacam itu, meminta pertanggungjawaban para prajurit pelaku penembakan, dan Israel harus bekerja sama dengan PBB untuk menerapkan sistem pengiriman bantuan yang lebih efektif dan mematuhi hukum humaniter internasional.
Woodward menegaskan kembali dukungan Inggris terhadap kantor koordinasi kemanusiaan PBB dan mengutuk serangan Israel baru-baru ini terhadap kantor dan gudang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Deir Al-Balah.
Selain itu, Duta Besar Inggris tersebut juga mengecam usulan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk memindahkan paksa warga Palestina ke Rafah dan mengkritik perluasan permukiman di Tepi Barat.
Woodward menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang mencolok dan kampanye yang semakin intensif untuk mencegah berdirinya negara Palestina.
Meskipun bersikeras Hamas tidak boleh memerintah Gaza atau mengancam keamanan Israel di masa mendatang, Woodward memperingatkan bahwa tindakan pemerintah Israel justru melemahkan satu-satunya alternatif yang layak, yakni Otoritas Palestina.
Ia merujuk pada penahanan pajak Israel sebesar $2,6 miliar yang seharusnya dibayarkan kepada Otoritas Palestina, yang menurutnya melumpuhkan berbagai layanan penting dan melemahkan lembaga-lembaga Palestina.
“Hal ini tidak kondusif bagi keamanan jangka panjang Israel,” tandas Woodward.
Di tengah debat panas itu, Woodward menegaskan kembali komitmen Inggris terhadap solusi dua negara dan memperingatkan bahwa London siap mengambil tindakan lebih lanjut untuk menghentikan apa yang dilihatnya sebagai erosi prospek perdamaian.
Ia menegaskan bahwa konferensi tingkat tinggi yang diketuai bersama Prancis dan Arab Saudi minggu depan, akan menjadi kesempatan utama untuk memajukan dukungan internasional bagi resolusi damai untuk Palestina. (rus)

