KABARIKA. ID, MAKASSAR — Menteri luar negeri 25 negara dari tiga benua, termasuk Inggris, Australia, Prancis, Spanyol, dan Jepang, serta dua negara penandatangan dari Uni Eropa, Selasa (12/08/2025) mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan bahwa “penderitaan kemanusiaan di Gaza telah mencapai tingkat yang tak terbayangkan”.
“Kelaparan sedang terjadi di depan mata kita. Tindakan segera diperlukan sekarang untuk menghentikan dan memulihkan kelaparan,” kata pernyataan 24 Menlu tersebut.
Mereka menyerukan dan mendesak kepada pemerintah Israel untuk mengizinkan masuknya pengiriman bantuan yang lebih banyak ke Gaza, dan mengizinkan para pegiat kemanusiaan internasiobnal untuk beroperasi secara leluasa dan aman di Gaza.
Pernyataan selengkapnya:
Penderitaan kemanusiaan di Gaza telah mencapai tingkat yang tak terbayangkan. Kelaparan sedang terjadi di depan mata kita. Tindakan mendesak diperlukan sekarang untuk menghentikan dan membalikkan keadaan. Ruang kemanusiaan harus dilindungi, dan bantuan tidak boleh dipolitisasi.
Namun, karena persyaratan pendaftaran baru yang ketat, LSM internasional penting mungkin terpaksa meninggalkan Wilayah Terlarang (OPT) dalam waktu dekat, yang akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan.
Kami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk memberikan otorisasi bagi semua pengiriman bantuan LSM internasional dan untuk membuka blokir para pelaku kemanusiaan penting untuk beroperasi.
Langkah-langkah segera, permanen, dan konkret harus diambil untuk memfasilitasi akses yang aman dan berskala besar bagi PBB, LSM internasional, dan mitra kemanusiaan.
Semua penyeberangan dan rute harus digunakan untuk memungkinkan masuknya bantuan ke Gaza, termasuk makanan, pasokan nutrisi, tempat berlindung, bahan bakar, air bersih, obat-obatan, dan peralatan medis.
Penggunaan kekuatan mematikan di lokasi distribusi tidak boleh dilakukan, dan warga sipil, petugas kemanusiaan, serta tenaga medis harus dilindungi.
Kami berterima kasih kepada AS, Qatar, dan Mesir atas upaya mereka dalam mendorong gencatan senjata dan mewujudkan perdamaian. Kami membutuhkan gencatan senjata yang dapat mengakhiri perang, pembebasan sandera, dan akses bantuan ke Gaza melalui darat tanpa hambatan.
Para penandatangan pernyataan adalah:
1. Australia,
2. Belgia,
3. Kanada,
4. Siprus,
5. Denmark,
6. Estonia,
7. Finlandia,
8. Prancis,
9. Yunani,
10. Islandia,
11. Irlandia,
12. Jepang,
13. Lituania,
14. Luksemburg,
15. Malta,
16. Belanda,
17. Norwegia,
18. Portugal,
19. Slowakia,
20. Slovenia,
21. Spanyol,
22. Swedia,
23. Swiss, dan
24. Inggris.
Juga turut bertanda tangan adalah Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan sekaligus Wakil Presiden Komisi Eropa, Komisioner Uni Eropa untuk Mediterania, dan Komisioner Uni Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis.
Pelaku Genosida Israel Tetap Mengelak
Meskipun dunia internasional telah mengetahui secara luas tentang penderitaan yang dialami rakyat Gaza akibat blokade bahan makanan, namun Israel yang telah melakukan genosida di Gaza sekitar 22 bulan, tetap mengelak jika terjadi kelaparan di kantong Gaza.
Menanggapi pernyataan bersama dari 24 Menlu yang dirilis Selasa (12/08/2025), Israel telah membantah bertanggung jawab atas meluasnya kelaparan di Gaza.
Israel bahkan menuduh Hamas mencuri kiriman bantuan dan PBB gagal mengirimkan pasokan tepat waktu.
Namun, menanggapi meningkatnya kegemparan internasional, Israel akhir bulan lalu mengumumkan langkah-langkah untuk mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke wilayah kantong tersebut, termasuk menghentikan pertempuran selama beberapa hari di beberapa wilayah.
Israel juga mengumumkan rute yang dilindungi untuk konvoi bantuan, dan mengizinkan pasokan dijatuhkan melalui udara ke Jalur Gaza. (rus)

