Site icon KABARIKA

Apa yang akan Dikatakan Presiden Trump Kepada Rakyat Amerika dalam Pidatonya tentang Perang dengan Iran?

KABARIKA.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menyampaikan pidato kepada rakyat Amerika tentang perang yang ia lancarkan bersama Israel terhadap Iran.

Pidato tersebut akan disampaikan pada jam tayang utama pada Rabu malam (1/04/2026) pukul 21:00 ET atau Kamis siang (2/04/2026), sekitar pukul 11:00 WIB.

Jadwal pidato tersebut diumumkan pada Selasa malam oleh sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang mengisyaratkan pembaruan penting tentang Iran.

Gedung Putih tidak segera mengungkapkan detail tambahan tentang pidato tersebut, meskipun diperkirakan akan berlangsung di Ruang Oval.

Hingga saat ini, Presiden Trump memang belum menyampaikan pidato besar tentang perang Iran sejak AS bersama Israel menggempur Iran pada akhir Februari lalu.

Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan pada Selasa sore (31/03/2026), Trump mengatakan ia berencana meninggalkan Iran ‘segera’, dengan operasi militer awal diperkirakan tidak akan berlangsung lebih dari enam minggu.

Ia memperkirakan ‘dua minggu, mungkin tiga minggu’ lagi konflik akan berlangsung.

“Tapi kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini,” ucap Trump.

AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, dan genap satu bulan pada akhir pekan lalu.

Kapal-kapal kargo di Teluk, dekat Selat Hormuz, dapat dilihat dari Oman. Presiden Trump mengemukakan bahwa sekutu AS akan berjuang sendiri untuk melewati Selat Hormuz dengan kapal-kapal mereka setelah serangan militer AS berakhir. (Foto: mailonline)

“Kita telah menggulingkan satu rezim. Kita telah menggulingkan rezim kedua. Sekarang kita memiliki sekelompok orang yang sangat berbeda. Mereka jauh lebih masuk akal, saya pikir jauh lebih, jauh kurang radikal,” tutur Trump.

“Kita telah mengalami perubahan rezim, kita berurusan dengan orang-orang yang jauh lebih rasional,” tambahnya.

Para pejabat tinggi Iran terus secara terbuka membantah bahwa negosiasi dengan AS sedang berlangsung.

Selama pengarahan di Gedung Putih pada hari Senin, Leavitt menyerukan untuk tidak mempercayai pernyataan tersebut.

“Terlepas dari semua sikap publik yang Anda dengar dari rezim dan pemberitaan palsu, pembicaraan terus berlanjut dan berjalan dengan baik. Apa yang dikatakan kepada publik, tentu saja, sangat berbeda dari apa yang dikomunikasikan kepada kami secara pribadi,” ujar Leavitt.

Trump telah menahan diri dari serangan yang lebih luas terhadap infrastruktur energi Iran karena pembicaraan dilaporkan terus berlanjut.

Tokoh utama pendukung perang di Senat, Senator Carolina Selatan, Lindsey Graham, menarik kembali seruannya untuk meningkatkan serangan militer dalam sebuah unggahan di akun X pada hari Senin.

Tujuan Perang terhadap Iran?

Graham mendorong Trump untuk mengakhiri perang dan meningkatkan upaya untuk mencapai kesepakatan perdamaian bersejarah.

Graham mengatakan bahwa salah satu tujuan konflik tersebut adalah agar Arab Saudi menandatangani Perjanjian Abraham, yang akan menormalisasi hubungan dengan Israel.

Perjanjian Abraham dianggap sebagai kemenangan diplomatik besar selama masa jabatan pertama Trump, dan para pejabat pemerintahan telah berupaya agar negara-negara Arab lainnya bergabung selama masa pemerintahan Trump 2.0.

Beberapa kelompok proksi yang didukung Iran bertanggung jawab atas terus berlanjutnya hubungan tegang antara Israel dan negara-negara tetangga Arabnya, termasuk serangan teror Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel yang memulai perang di Gaza.

Beberapa pendukung utama MAGA Trump di Capitol Hill telah mendorong Presiden dari Partai Republik tersebut untuk tidak melakukan invasi darat ke Iran, yang akan membahayakan ribuan pasukan AS.

Ribuan Marinir dan pasukan AS lainnya telah dikerahkan ke Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Pada hari Selasa (31/03/2026), Trump juga mengemukakan bahwa sekutu AS dapat mengurus sendiri pengiriman kapal minyak melalui Selat Hormuz, yang diblokir oleh Iran, setelah intervensi militer berakhir.

“Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melewati Selat Hormuz, dan mereka akan mampu mengurus diri mereka sendiri. Saya pikir itu akan sangat aman. Tetapi kita tidak ada hubungannya dengan itu. Apa yang terjadi pada Selat itu, kita tidak akan ikut campur,” ujar Trump.

Presiden Trump Kecam Sekutunya dalam NATO

Sejak terjadinya konflik dengan Iran, Trump telah mengecam sekutu, khususnya anggota NATO, karena tidak menawarkan diri untuk membantu patroli Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak global utama.

Sekutu AS memang tidak diberi tahu sebelum AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada hari pertama.

Sebagai dampak perang, harga bensin di AS telah naik $1 per galon secara nasional sejak serangan dimulai.

Anggaran AS yang dihabiskan dalam perang melawan Iran (per Maret 2026) diperkirakan mencapai lebih dari US$12 miliar (sekitar Rp203,8 triliun) hanya dalam hitungan minggu pertama.

Biaya ini terus membengkak, dengan proyeksi kerugian ekonomi langsung bisa mencapai US$210 miliar (sekitar Rp3.500 triliun) tergantung durasi konflik.

Analisi menyebutkan, biaya perang mencapai sekitar US$891,4 juta per hari. (rus)

Exit mobile version