KABARIKA.ID, ISLAMABAD — Wakil Perdana Menteri (PM) Pakistan Ishaq Dar mengatakan pada hari Jumat (8/05/2026) bahwa Islamabad telah memperingatkan semua pihak yang terlibat dalam konflik AS-Iran bahwa Arab Saudi adalah “wilayah terlarang” atau wilayah dilindungi bagi Pakistan.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi komitmen keamanan negara tersebut terhadap Kerajaan Arab Saudi, berdasarkan pakta pertahanan bersama yang ditandatangani tahun lalu.
Pernyataan Dar muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah berbulan-bulan konfrontasi antara Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel yang telah meningkatkan kekhawatiran akan konflik Timur Tengah yang lebih luas dan melibatkan negara-negara Teluk.
“Kami memberi tahu pihak-pihak yang terlibat konflik bahwa Arab Saudi adalah area terlarang bagi kami. Jangan ada yang bahkan meliriknya dengan niat jahat,’” kata Dar saat berpidato pada Konferensi Internasional Paigham-e-Islam ke-6 di Islamabad, Kamis (8/05/2026).
Pakistan dan Arab Saudi menandatangani perjanjian pertahanan bersama strategis pada September 2025 yang meresmikan kerja sama militer dan keamanan selama beberapa dekade antara kedua sekutu tersebut.
Pakta tersebut menyatakan bahwa agresi terhadap satu negara akan diperlakukan sebagai serangan terhadap kedua negara dan memperkuat pengaturan pencegahan bersama antara Islamabad dan Riyadh.
Dar mengatakan Pakistan terikat oleh perjanjian tersebut untuk mendukung keamanan Arab Saudi jika diperlukan.
Ia juga mencatat bahwa personel militer Pakistan, termasuk kontingen angkatan udara, sudah ditempatkan di Kerajaan tersebut.
Pakistan memiliki hubungan pertahanan yang telah lama terjalin dengan Arab Saudi, termasuk kerja sama pelatihan militer, penempatan pasukan, dan koordinasi keamanan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
PM Shehbaz Sharif, yang juga berpidato di konferensi tersebut, mengatakan Pakistan menganggap perlindungan situs-situs suci Arab Saudi sebagai hal yang sangat penting.
“Perlindungan, pertahanan, dan keamanan tanah suci Dua Masjid Suci sangat penting dan lebih berharga bagi kami daripada nyawa kami,” tegas Sharif.
Perjanjian pertahanan bersama antara kedua negara bersaudara ini, kata Sharif, menegaskan tekad kuat kedua negara.
Sharif juga memuji Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman atas dukungannya terhadap upaya diplomatik yang bertujuan untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.
“Saya ingin menyampaikan penghormatan kepada saudara saya yang sangat terkasih, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dari lubuk hati saya. Karena beliau memainkan peran penuhnya dalam negosiasi perdamaian ini. Beliau memainkan peran yang lengkap,” ujar Sharif.
Pakistan dalam beberapa bulan terakhir telah memposisikan diri sebagai mediator dalam diplomasi regional, dengan menjadi tuan rumah pembicaraan langsung AS-Iran di Islamabad pada bulan April, setelah puluhan tahun tanpa negosiasi tatap muka formal antara kedua belah pihak. (rus)

