Site icon KABARIKA

Pakistan dan Tiongkok Kembali Mendesak AS dan Iran Hentikan Perang dan Melanjutkan Perundingan Damai

KABARIKA.ID, SHANGHAI — Menteri Luar Negeri (Melu) Tiongkok dan Pakistan pada hari Jumat (17/07/2026), mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan pertempuran dan melanjutkan negosiasi. Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah kedua pejabat tinggi itu bertemu di Shanghai, Tiongkok.

Melu Tiongkok, Wang Yi dan Melu Pakistan, Ishaq Dar dari Pakistan bersama-sama menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasi saat ini, serta mendesak pihak-pihak yang terlibat untuk segera menghentikan permusuhan dan kembali ke meja perundingan, demikian bunyi pernyataan dari Kemlu Tiongkok.

Kedua negara itu telah berupaya menengahi konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, yang kembali memanas akibat pertempuran baru di Selat Hormuz.

Saling serang antara AS dan Iran dalam pekan ini, terjadi sebulan setelah penandatanganan kesepakatan awal yang bertujuan mengakhiri perang.

“Kesepakatan itu dicapai dengan upaya keras,” kata Wang.

AS dan Iran Saling Serang

Menlu Tiongkok itu menegaskan bahwa upaya damai yang telah disepakati kedua negara tidak boleh berhenti.

“Perdamaian sudah di depan mata, kita tidak boleh gagal di tahap akhir ini, dan terlebih lagi, tidak boleh kehilangan apa yang telah kita capai,” jelas Wang.

Sebuah tangkapan layar dari media sosial memperlihatkan jembatan yang rusak di Bandar Khamir, Provinsi Hormozgan, Iran, Jumat (17/07/2026). (Foto: theguardian)

AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada hari Jumat (17/07/2026). Teheran menuduh Washington menyerang lokasi-lokasi sipil, termasuk bandara, stasiun kereta api, dan dua jembatan.

AS melaporkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah jembatan, fasilitas energi, dan pelabuhan penting Iran, memperluas kampanye udaranya terhadap Iran serta memicu serangan balasan cepat dari pihak Iran yang menyasar sekutu-sekutu AS di Timur Tengah.

Serangan udara AS menghantam jembatan-jembatan di Provinsi Hormozgan, Iran bagian selatan, dan menewaskan sedikitnya tujuh orang, menurut laporan televisi pemerintah Iran.

Jembatan-jembatan tersebut merupakan titik transit vital bagi Bandar Abbas, pelabuhan utama Iran.

Serangan udara AS lainnya merobohkan sebuah menara di Pelabuhan Chabahar di Teluk Oman, serta menyasar infrastruktur kelistrikan penting dan Bandara Iranshahr.

Menanggapi serangan-serangan tersebut, Iran menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan pesawat nirawak (drone) terhadap sekutu militer AS dan infrastruktur di Kuwait.

Kementerian Energi Iran mengimbau warga untuk mengurangi penggunaan listrik dan pendingin ruangan setelah jaringan listrik mengalami tekanan akibat serangan AS terhadap fasilitas-fasilitas energi.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa wilayah-wilayah di bagian selatan saat ini sedang mengalami suhu panas ekstrem dan serangan terhadap infrastruktur kelistrikan di tengah lonjakan suhu udara di Iran.

Selat Hormuz sempat dibuka kembali setelah kesepakatan AS-Iran pada bulan Juni, namun pekan lalu Teheran menyatakan bahwa selat tersebut akan ditutup kembali sampai AS mengakhiri agresinya.

Sedangkan AS telah memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (rus)

Exit mobile version