KABARIKA.ID, DOHA — Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengunjungi Teheran, pada hari Kamis (27/08/2026) untuk bertemu dengan sejumlah pejabat Iran, guna membahas cara-cara meredakan ketegangan.
Demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari melalui platform X.
Pada hari Selasa (25/08/2026), Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Badr Albusaidi juga mengunjungi Teheran dan bertemu dengan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.
Menlu Iran dan Oman menyatakan bahwa mereka membahas kerangka kerja untuk koridor transit sementara melalui Selat Hormuz, serta proyek pembersihan ranjau di jalur perairan yang berbatasan dengan kedua negara tersebut.
Selat ini sempat menjadi titik panas di awal perang Timur Tengah, dan kedua negara belakangan ini berupaya menyusun rencana untuk mengatur lalu lintas transit di sana, sebagaimana tertuang dalam nota kesepahaman antara AS dan Iran pada bulan Juni lalu.
“Albusaidi dan Araghchi membahas kerangka kerja bertahap yang dapat memberikan landasan praktis dan dapat diterapkan untuk langkah selanjutnya dalam pembicaraan di Teheran,” demikian menurut pernyataan bersama yang dirilis oleh Oman.
Kerangka kerja tersebut mencakup pembentukan koridor navigasi sementara bersama melalui Selat Hormuz, dan kesepakatan untuk melaksanakan proyek bersama guna membersihkan ranjau di Selat tersebut.
Dalam sebuah unggahan di X setelah pertemuan tersebut, Albusaidi menyatakan harapannya agar negara-negara terkait dapat segera mengumumkan pembukaan koridor sementara di selat tersebut.
“Pengelolaan selat di masa depan serta solusi permanen akan dibahas pada tahap selanjutnya,” ujar Albusaidi.
Kedua belah pihak menegaskan pentingnya mengadakan diskusi bersama dengan negara-negara yang berbatasan dengan Teluk. (rus)

