KABARIKA.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menominasikan Wesley Hunt, politisi Partai Republik yang anti-Islam dan pro-Israel, sebagai duta besar AS untuk Arab Saudi berikutnya.
Calon pilihan Trump ini pernah menyebut Israel sebagai “satu-satunya sekutu sejati” Amerika di Timur Tengah, serta memperingatkan bahwa negara-negara penandatangan Kesepakatan Abraham (Abraham Accords) sekalipun tidak dapat dipercaya
Keputusan yang diumumkan pada hari Selasa (15/09/2026) ini muncul di tengah situasi yang tegang bagi hubungan AS-Teluk, beberapa bulan setelah AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran.
Saat ini, konflik tersebut terus mengguncang stabilitas kawasan dan perekonomian global secara keseluruhan.
Hunt, sekutu setia Trump, pernah bertugas di militer AS di Irak dengan menjalankan 55 misi tempur sebagai pilot helikopter Apache di Baghdad pada tahun 2006, sebelum menjalani dua masa penugasan di Arab Saudi sebagai perwira penghubung diplomatik.
Hunt kerap menyinggung pengalamannya selama di Arab Saudi untuk melontarkan kritik keras terhadap umat Muslim dan Islam.
“Saya pernah tinggal di Arab Saudi selama dua tahun. Saya pernah ditugaskan di Irak. Saya melihat sendiri bagaimana rasanya hidup di negara yang diatur oleh sistem seperti hukum Syariah,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Pada bulan Januari tahun ini, Hunt menegaskan kembali pernyataannya dengan mengatakan bahwa orang-orang yang menganggap peringatannya tentang Islam sebagai upaya menyebar ketakutan (fear-mongering) adalah mereka yang belum pernah hidup di bawah sistem tersebut.
“Saya telah melihat wujud sistem itu dalam kehidupan nyata, bukan sekadar di berita televisi kabel. Eksekusi pemenggalan kepala di depan umum terjadi di sana belum lama ini. Perempuan bahkan tidak diperbolehkan mengemudi saat saya bertugas di sana,” katanya.
Saat tampil di acara Stakelbeck Tonight yang disiarkan jaringan televisi Trinity Broadcasting Network (TBN) pada Januari 2026, Hunt mengatakan bahwa rakyat Amerika harus “sangat khawatir” karena mandat yang diberikan kepada Islam pada dasarnya adalah pergi ke negara-negara lain dan menyusup ke dalamnya.
Ia menambahkan bahwa umat Muslim akan membangun populasi yang besar dan pada akhirnya mengambil alih negara-negara.
Majalah The New Yorker, saat meliput pemilihan umum di Texas, menyebutkan bahwa Hunt dan para pesaingnya dari Partai Republik telah menargetkan umat Muslim dalam retorika mereka.
Kolumnis Houston Chronicle, Chris Tomlinson, menuduh Hunt dan politisi Republik Texas lainnya mengobarkan ketakutan terhadap Islam.
Edward Ahmed Mitchell dari Council on American-Islamic Relations Action (CAIR) mengatakan para kandidat bersaing untuk menunjukkan siapa yang paling anti-Muslim dan berusaha membangkitkan ketakutan lebih besar terhadap Muslim di Texas demi meraih suara.
Hunt juga memperingatkan bahwa orang-orang yang datang ke AS bisa saja membawa masuk sistem yang menghancurkan komunitas.
Sebagai pendukung kuat Israel, Hunt berbicara dalam acara American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) pada tahun 2022.
Ia menyatakan bahwa AS benar-benar hanya memiliki satu sekutu sejati di Timur Tengah, yaitu Israel.
Hunt mengaitkan keyakinan tersebut dengan apa yang ia gambarkan sebagai latar belakang Yahudi (Judeo) yang dimiliki Israel.
Meski memuji Abraham Accords dan menyerukan lebih banyak kesepakatan normalisasi, namun Hunt memperingatkan bahwa Washington harus tetap waspada, bahkan terhadap negara-negara yang telah menandatangani kesepakatan tersebut.
“Hanya karena kita memiliki kesepakatan seperti Abraham Accords, yang menurut saya bermanfaat bagi seluruh dunia, khususnya bagi kawasan tersebut, kita tidak boleh lengah,” ujarnya di hadapan AIPAC.
Menurut Track AIPAC, sebuah organisasi yang memantau pengaruh lobi Israel dalam politik AS, Hunt telah menerima dana sebesar $139.862 dari kelompok-kelompok yang menjadi bagian dari lobi pro-Israel, termasuk AIPAC, AMP, Republican Jewish Coalition, dan USI.
Pada Mei 2024, saat menyuarakan dukungan berkelanjutan AS bagi Israel, Hunt mengatakan kepada Fox News bahwa Israel yang menghadirkan tradisi Yahudi-Kriste.
“Ingatlah, Israel-lah yang menghadirkan unsur Yahudi dalam tradisi Yahudi-Kristen,” ujarnya.
Sejauh ini, Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas penunjukan Hunt, yang juga masih memerlukan sidang konfirmasi Senat. (rus)

