KABARIKA.ID, RIYADH — Indonesia menjadi negara asing pertama yang memiliki properti di Thakher Makkah, setelah lembaga pengelola kekayaan negara, Danantara, melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), menerima sertifikat kepemilikan atas akuisisi hotel Novotel Thakher Makkah serta lokasi senilai 2 miliar riyal Saudi (531,4 juta dolar AS).
Thakher Development, pengembang utama kawasan Thakher Makkah, telah menyerahkan dokumen-dokumen terkait pada Ahad (18/10/2026), yang menandai rampungnya pembelian hotel Novotel Thakher Makkah dengan 1.461 kamar beserta 14 kavling pengembangan di sekitarnya.
Properti tersebut sebenarnya telah diakuisisi dan diserahterimakan dari Thakher Development kepada Danantara pada 11 Agustus 2026, serta lahan seluas 4,4 hektare. Proses akuisisinya telah diselesaikan dengan penyerahan seluruh dokumen pada hari Ahad tersebut.
Transaksi ini terlaksana menyusul diberlakukannya Undang-Undang Kepemilikan Real Estat oleh Non-Saudi pada bulan Januari lalu.
Langkah ini juga mendukung target Kerajaan Arab Saudi untuk menampung 30 juta jemaah umrah setiap tahunnya pada tahun 2030, meningkat dari 8,5 juta jemaah pada tahun 2019.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Thakher Makkah. Menyambut negara asing pertama yang memiliki properti di kawasan kami mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah,” ujar Faisal Shaker, CEO Thakher Development.
“Sebagai Thakher Development, kami merancang peluang investasi untuk kemitraan berskala seperti ini, dan kami bangga telah menuntaskan transaksi ini, mulai dari penandatanganan hingga penerbitan hak kepemilikan, dalam waktu sepuluh bulan,” tambah Shaker.
Mengakhiri Praktik Sewa Musiman
Bagi Indonesia, kesepakatan ini menandai peralihan dari ketergantungan pada akomodasi musiman menuju penyediaan penginapan khusus bagi para jemaah haji dan umrah.
Indonesia memiliki kuota haji terbesar di dunia, dengan 203.320 kuota reguler pada tahun 2026 atau 98 persen dari total kuota sebesar 221.000. Sementara itu, sekitar 1,5 juta warga Indonesia menunaikan ibadah umrah setiap tahunnya.
Hotel Novotel Thakher Makkah yang telah menjadi milik Indonesia itu, nantinya akan menampung sekitar 4.400 jemaah selama musim haji berlangsung.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut kesepakatan ini sebagai langkah konkret dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Kerajaan Arab Saudi.
Secara lebih luas, lanjut Roeslani, hal ini menandai dimulainya kemitraan ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.
“Kami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah serta sektor-sektor lain yang dapat menciptakan nilai tambah bersama bagi kedua negara,” kata Roeslani dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa (20/10/2026).
Langkah Selanjutnya
Accor akan tetap mengoperasikan hotel tersebut, yang terdiri dari tiga menara setinggi 19 lantai.
Danantara berencana mengembangkan 14 kavling lahan dengan total luas 44.088 meter persegi menjadi hotel-hotel yang menyediakan sekitar 6.000 kamar tambahan, serta sebuah pusat perbelanjaan dengan lebih dari 90 gerai ritel, sebuah investasi yang nilainya melebihi 2 miliar riyal Saudi (SR2 miliar).
Kawasan Thakher Makkah mencakup area seluas 320.000 meter persegi dan terletak 1,2 km di sebelah utara Masjidil Haram.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir menjelaskan nisiatif ini memadukan aset yang telah beroperasi dengan lahan yang memberikan ruang bagi kami untuk berekspansi dalam jangka panjang, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem haji dan umrah.
Platform ini sebagai peluang untuk memperkenalkan budaya, pelayanan, serta kuliner Indonesia di panggung global.
“Kami akan menjalankan tahapan selanjutnya secara terukur, dengan berpedoman pada kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola yang penuh kehati-hatian, untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Pandu. (rus)

