Site icon KABARIKA

Ketahui Tema Peringatan Hari Bidan Internasional 2025

KABARIKA.ID, MAKASSAR — Peringatan Hari Bidan Internasional ke-34 hari ini, Senin (5/05/2025) mengusung tema, “Midwives: Critical in Every Crisis” atau “Bidan: Penting dalam Setiap Krisis”.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah webinar beberapa waktu lalu, menyebutkan bahwa tema Hari Bidan Internasional tahun ini menyoroti peran penting bidan dalam menyediakan layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, terutama dalam situasi kemanusiaan dan darurat, di mana mereka sering kali bertindak sebagai penanggap pertama yang memberikan perawatan yang menyelamatkan jiwa.

Sementara itu, Konfederasi Bidan International (International Confederation of Midwives – ICM) mengatakan bahwa eskipun bidan sangat penting bagi kemampuan sistem kesehatan untuk mempersiapkan dan menghadapi krisis, mereka sering kali tidak dihargai dan dikecualikan dari perencanaan kesiapsiagaan dan upaya tanggap darurat.

“Inilah saatnya menempatkan bidan sebagai tenaga kesehatan yang penting dan mengadvokasi keterlibatan mereka di setiap langkah kesiapsiagaan dan tanggap darurat krisis,” tulis ICM.

Agar bidan dapat memberikan respons secara memadai, harus dipastikan bahwa mereka aman dan dilengkapi dengan pelatihan, peralatan, dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi hak-hak dalam situasi yang paling menantang.

Saat meluncurkan tema ini pada 23 Januari 2025, ICM mengatakan bahwa dunia tengah menghadapi sejumlah krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni berupa bencana alam, konflik, dan dampak perubahan iklim yang terus berlanjut.

Krisis ini secara tidak proporsional memengaruhi perempuan, anak perempuan, dan orang-orang dengan gender yang beragam, sehingga mereka terpapar pada risiko yang lebih tinggi, seperti komplikasi kehamilan dan kekerasan berbasis gender, sekaligus membatasi akses mereka ke layanan kesehatan yang penting.

Di masa-masa yang penuh tantangan ini, bidan sangat penting. Mereka adalah penanggap pertama yang tepercaya pada komunitas mereka, yang dapat menyiapkan sistem kesehatan agar siap menghadapi krisis apa pun.

Para bidan dapat menyediakan hingga 90 persen layanan kesehatan seksual, reproduksi, ibu, bayi baru lahir, dan remaja (SRMNAH), bahkan selama krisis kemanusiaan.

Dengan sumber daya yang minim, bidan dapat:
• Memberikan persalinan yang aman, perawatan antenatal, dan postnatal,
• Memberikan kontrasepsi, perawatan aborsi yang komprehensif, dan perawatan bagi korban kekerasan berbasis gender,
• Mendukung pemberian ASI, memastikan bayi baru lahir menerima nutrisi yang aman, bersih, dan dapat diandalkan, dan
• Mendidik dan mempersiapkan masyarakat dengan pengetahuan dan alat yang mereka butuhkan untuk tetap aman dan sehat selama keadaan darurat.

ICM telah menjadi suara global bagi para bidan dan asosiasi bidan selama lebih dari 100 tahun.

Gambar: internationalmidwives.org

Model perawatan kebidanan didasarkan pada rasa hormat, martabat, kasih sayang, dan promosi hak asasi manusia untuk semua.

Ini termasuk hak untuk mengakses perawatan berkualitas dari bidan yang mandiri. Bidan memiliki peran yang luas dalam menyediakan layanan kesehatan reproduksi.

Saat ini ICM mewakili lebih dari 136 asosiasi bidan dari 117 negara, dengan lebih dari satu juta bidan di seluruh dunia.

ICM sebagai organisasi nonpemerintah terakreditasi yang terdaftar di Belanda, menjadi mitra terpercaya untuk konsultasi teknis, pengembangan kapasitas, berbagi pengetahuan, mempromosikan hak asasi manusia dan keberlanjutan.

Menurut laporan SoWMy 2021, dunia masih mengalami kekurangan 1,1 juta tenaga kerja di bidang SRMNAH, lebih dari 900.000 di antaranya adalah bidan.

Fakta ini menegaskan pentingnya perhatian global terhadap pendidikan, pelatihan, dan dukungan bagi profesi kebidanan. (rus)

Exit mobile version