KABARIKA.ID, JAKARTA — Pemerintah mempercepat penyediaan fasilitas medis untuk penanganan serangan jantung dan stroke pada 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hal itu mempercepat penanganan perangan jantung dan stroke.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, golden period penanganan stroke adalah tiga jam, sementara serangan jantung memiliki waktu ideal sekitar enam jam.
”Kan tidak mungkin kalau golden period kena serangan jantung di Cirebon harus dibawa ke Bandung,” ujar Menkes saat memberi sambutan pada acara The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) di Jakarta, yang dikutip Kamis (28/08/2025).
Menurut Menkes Budi, masih banyak daerah yang kekurangan fasilitas medis penting. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan setiap rumah sakit daerah memiliki CT scan dan cath lab.
Langkah itu diharapkan memangkas waktu tanggap penanganan medis, selain memperbaiki akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
“Sesudah 2022 kita deploy fasilitas, sekarang 112 rumah sakit sudah bisa melayani kateterisasi,” ujar Menkes Budi.
Semua rumah sakit ditargetkan siap melayani serangan jantung dan stroke pada 2027. Namun, lanjut Budi, tantangan utamanya ada pada ketersediaan tenaga medis.
“Standarnya sudah jalan, sebagian deployment, tapi apakah ada spesialis intervensi yang bisa pasang ring?” ucap Budi dengan penuh tanya.
Untuk mengatasi tantangan itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen memperkuat fasilitas dan tenaga medis. Tujuannya agar layanan kesehatan kritis lebih cepat dijangkau masyarakat.
Angka Kasus Kardiovaskular Terus Meningkat
Jumlah penderita penyakit jantung di Indonesia pada 2022 mencapai 15,5 juta kasus.
Data Kemenkes menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung, merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada 2023, yang mencapai 19,42% dari total kematian.
Prevalensi penyakit jantung di Indonesia menunjukkan peningkatan, dari 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018.
Kematian akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia mencapai 651.481 orang per tahun, terdiri dari stroke 331.349 kematian, jantung koroner 245.343 kematian, dan jantung hipertensi 50.620 kematian.
Data yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) tahun 2021 menyebutkan, sebanyak 17,8 juta orang meninggal dunia atau satu dari tiga kematian setiap tahun disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. (rus)

