KABARIKA.ID, MAKASSAR – Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association) dan American College of Cardiology telah memperbarui pedoman bersama mereka untuk penderita tekanan darah tinggi untuk pertama kalinya sejak 2017, mengubah cara mereka merekomendasikan pengelolaan kondisi tersebut.
Panduan ini memperluas pilihan untuk mencegah dan mengelola tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko utama untuk masalah kesehatan yang lebih parah.
“Dengan menangani risiko individu lebih dini dan menawarkan strategi yang lebih sesuai untuk semua rentang hidup, pedoman 2025 ini bertujuan untuk memberi ruang bagi dokter dalam membantu lebih banyak orang mengelola tekanan darah mereka dan mengurangi dampak penyakit jantung, penyakit ginjal, diabetes tipe 2, dan demensia,” kata Dr. Daniel W. Jones, ketua komite yang menyusun pedoman tersebut.
Salah satu pembaruan besar berkaitan dengan obat-obatan GLP-1, seperti Ozempic dan Mounjaro, yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir karena kemampuannya untuk menurunkan berat badan.
Pedoman baru ini menyarankan pasien dengan tekanan darah tinggi yang juga kelebihan berat badan untuk mendapatkan resep GLP-1.
American Heart Association juga mengubah panduannya untuk ibu hamil dan pascapersalinan, dengan merekomendasikan obat-obatan tertentu ketika pasien mencatat hasil tekanan darah tinggi stadium 2.
Perubahan ini didasarkan pada bukti tambahan bahwa tekanan darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti preeklamsia, selama kehamilan dan setelah melahirkan.
Hal baru lainnya adalah penekanan tambahan tentang bagaimana hipertensi dapat berkontribusi terhadap penurunan kognitif dan demensia.
Penelitian baru menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi dapat merusak aliran darah ke otak, yang menyebabkan masalah pada daya ingat dan fungsi kognitif.
Perubahan besar lainnya di tahun 2025 adalah anjuran dokter untuk menggunakan kalkulator risiko, yang dijuluki Prevent oleh American Heart Association, untuk memperkirakan risiko penyakit kardiovaskular pasien.
Kalkulator ini memperhitungkan usia, jenis kelamin, tekanan darah, kolesterol, dan faktor lainnya untuk memprediksi risiko seseorang terkena penyakit jantung dalam 10 tahun dan 30 tahun.
Meskipun demikian, beberapa hal tidak berubah. Kriteria tekanan darah tinggi tetap sama sejak tahun 2017:
– Tekanan darah normal: kurang dari 120/80 mmHg
– Tekanan darah tinggi: 120-129 mmHg dan <80 mmHg
– Hipertensi stadium 1: 130-139 mmHg atau 80-89 mmHg
– Hipertensi stadium 2: e”140 mmHg atau e”90 mmHg
Pedoman ini juga tetap merekomendasikan gaya hidup sehat untuk mencegah dan mengelola masalah tekanan darah.
Makan sehat, mengurangi garam, berolahraga, dan mengelola stresor semuanya direkomendasikan untuk mengurangi tekanan darah dan kondisi terkait seperti serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, dan lainnya. (rus)

