Site icon KABARIKA

Cara Tepat Minum Teh Jaga Kesehatan Jantung, Jangan Asal Seduh!

KABARIKA.ID, JAKARTA — Teh bukan sekadar minuman untuk menemani waktu santai. Jika dikonsumsi dengan cara yang tepat, teh juga dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat untuk membantu menjaga kesehatan jantung.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh, terutama teh hijau dan teh hitam, berpotensi mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Manfaat tersebut berkaitan dengan kandungan polifenol, termasuk flavonoid, yang memiliki aktivitas antioksidan.

Meski demikian, manfaat teh tidak hanya bergantung pada jenisnya, tetapi juga cara penyajian, jumlah konsumsi, dan kebiasaan yang menyertainya.

1. Pilih Teh Hijau atau Teh Hitam

Teh hijau dan teh hitam mengandung senyawa polifenol yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Teh hijau kaya akan katekin, sedangkan teh hitam mengandung flavonoid yang terbentuk selama proses pengolahan daun teh. Senyawa tersebut berpotensi mendukung fungsi pembuluh darah dan membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.

Namun, teh bukan obat untuk penyakit jantung. Manfaatnya akan lebih optimal jika diimbangi dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan pengendalian tekanan darah.

2. Minum Teh Tanpa Banyak Gula

Salah satu cara sederhana untuk menjadikan teh lebih sehat adalah mengurangi tambahan gula.

Teh yang ditambahkan terlalu banyak gula, sirup, atau susu kental manis dapat meningkatkan asupan kalori dan gula harian. Jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang, risiko kelebihan berat badan dan gangguan metabolisme dapat meningkat.

Untuk pilihan yang lebih sehat, nikmati teh tawar atau tambahkan sedikit perasan lemon jika sesuai dengan selera. Dengan begitu, kandungan gula tambahan dapat ditekan tanpa menghilangkan kenikmatan minum teh.

3. Perhatikan Jumlah Teh yang Dikonsumsi

Minum teh secara berlebihan bukan berarti memberikan manfaat yang lebih besar bagi jantung.

Teh mengandung kafein dalam jumlah yang bervariasi, tergantung jenis, takaran daun teh, dan lama penyeduhan. Pada sebagian orang, terlalu banyak kafein dapat memicu jantung berdebar, gangguan tidur, atau rasa gelisah.

Karena itu, konsumsi teh sebaiknya disesuaikan dengan toleransi tubuh. Bagi orang dewasa yang sehat, beberapa cangkir teh dalam sehari dapat menjadi bagian dari pola konsumsi yang wajar, selama asupan kafein total tetap diperhatikan.

Orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai jumlah yang sesuai.

4. Jangan Menyeduh Teh Terlalu Pekat

Cara menyeduh teh juga memengaruhi rasa dan kandungan senyawa yang larut di dalamnya.

Gunakan air panas dan ikuti petunjuk penyeduhan sesuai jenis teh. Waktu seduh yang lebih lama umumnya membuat rasa teh lebih kuat dan dapat meningkatkan jumlah kafein serta senyawa lain yang terekstraksi.

Tidak ada bukti kuat bahwa teh yang semakin pekat otomatis semakin baik untuk kesehatan jantung. Pilih seduhan dengan kekuatan yang nyaman diminum dan tidak menimbulkan keluhan.

5. Hindari Minum Teh Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Tidur yang cukup merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. Sementara itu, kafein dalam teh dapat mengganggu tidur, terutama pada orang yang sensitif terhadap stimulan.

Jika teh membuat sulit tidur, batasi konsumsinya pada pagi atau siang hari. Pada sore dan malam hari, teh rendah kafein atau teh herbal tanpa kafein dapat menjadi alternatif.

Perlu diingat, tidak semua teh herbal bebas kafein atau cocok untuk setiap orang. Periksa komposisinya, terutama jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

6. Beri Jeda antara Minum Teh dan Makan

Teh mengandung polifenol yang dapat menghambat penyerapan zat besi nonheme, yaitu zat besi yang berasal dari pangan nabati maupun makanan yang diperkaya zat besi.

Karena itu, orang yang mengalami anemia defisiensi besi atau berisiko kekurangan zat besi sebaiknya tidak membiasakan minum teh bersamaan dengan waktu makan. Beri jeda sekitar satu hingga dua jam, atau ikuti saran dokter sesuai kondisi masing-masing.

Langkah ini terutama penting bagi orang yang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi atau sedang menjalani pengobatan anemia.

7. Tetap Utamakan Pola Hidup Sehat

Meskipun teh berpotensi memberikan manfaat bagi jantung, minuman ini tidak dapat menggantikan kebiasaan sehat lainnya.

Untuk membantu menjaga kesehatan jantung, lakukan aktivitas fisik secara rutin, konsumsi sayur dan buah, batasi garam serta lemak jenuh, hindari rokok, tidur cukup, dan periksa tekanan darah secara berkala.

Bukti penelitian mengenai teh dan kesehatan jantung memang menjanjikan, tetapi sebagian besar menunjukkan hubungan atau perubahan pada faktor risiko tertentu. Bukti tersebut belum berarti bahwa minum teh saja dapat mencegah serangan jantung atau stroke. (*)

 

Exit mobile version