KABARIKA.ID, MAKASSAR — Pembentukan pengurus Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) wilayah Maluku Utara (Malut) sudah sangat memungkinkan dilakukan segera, mengingat jumlah alumni Unhas yang sudah mencapai ratusan orang.
Apalagi, gagasan untuk membentuk pengurus IKA Unhas Malut sudah ada sekitar dua tahun dibicarakan dan didiskusikan.
“Rencana pembentukan IKA Unhas Malut sudah dua tahun digagas, tapi tidak pernah terbentuk secara legal. Wacana Warkop ji,” kata Lina Madjid, M.Si yang alumni Sospol dan juga dosen pada Prodi Antropologi Slosial Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) Malut.
Ia juga mengaku baru mulai aktif terlibat pembicaraan tentang IKA Unhas pada masa kepengurusan Andi Amran Sulaiman.
Oleh karena itu, ia tidak tahu ketika ditanya apakah ada pengurus IKA Unhas Malut pada saat IKA Unhas dipimpinoleh H.M. Jusuf Kalla.
“Yang ada cuma WAG IKA saja,” jawabnya.
Mengenai jumlah alumni Unhas yang ada di Unkhair, Lina mengatakan jumlahnya hingga ratusan orang.
“Yang berprofesi sebagai dosen ada yang sejak S1, ada yang nanti S2, ada juga nanti S3,” tambah Lina.
Namun kini, fajar pembentukan pengurus IKA Unhas Malut mulai menyingsing. Sudah ada inisiatif dari beberapa alumni untuk melakukan pembicaraan serius tentang rencana pembentukan Pengurus IKA Unhas Malut.
Salah satunya adalah Ansar Bohari, S.Hut, M.Sc Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ake Malamo Malut.
Kepada kabarika.id, Ansar mengatakan bahwa ia telah menghubungi kawan-kawan alumni dari berbagai fakultas untuk membicarakan rencana pembentukan IKA Unhas Malut.
“Kami akan adakan pertemuan di kantor BPDAS dalam waktu dekat, mungkin pada akhir bulan Oktober ini,” kata Ansar.
Sambil mempersiapkan pertemuan tersebut, Ansar juga membentuk WA Grup untuk menghimpun sebanyak mungkin alumni Unhas dari berbagai fakultas.
Ansar juga mengatakan kalau alumni Unhas di Malut jumlah mencapai ratusan, mereka ada di berbagai instansi Pemprov Malut, bahkan juga tersebar di seluruh daerah kabupaten/kota.
“Ada beberapa pejabat di provinsi, ada Arianti Hasari (Asisten III), ada Syarifuddin Kima di Dinas Ketahanan Pangan, juga ada di Dinas Kehutanan. Ada pak Sayuti dan Kusnadi dosen teknik Sipil di Unkhair,” ujar Ansar.
Pernyataan senada dikemukakan oleh Dr. Ir. Syamsul Bahri, alumni Pertanian 87 yang kini dosen Teknologi Hasil Pertanian di Unkhair.
Menurut Syamsul, jumlah alumni Unhas di Malut sekitar 200-300 orang.
“Alumni Unhas tersebar di beberapa dinas dan perbankan (BNI dan BRI) di Malut. Ada juga Wahab Hasyim dari fakultas ekonomi Unhas, sekarang direktur Pascasarjana Unkhair,” ujar Syamsul.
Mengenai rencana pembentukan pengurus IKA Unhas Malut, Syamsul juga menginginkan segera dibentuk.
Ia juga sudah menghubungi sejumlah alumni dari fakultas pertanian, perikanan, Sastra, dan hukum.
Untuk jadwal pertemuan, Syamsul menyarankan tidak harus selalu hari libur. Bisa hari apa saja, misalnya setelah Magrib.
“Kemarin itu ada inisiasi dari kepala BPDAS untuk memfasilitasi pertemuan, rencananya hari Minggu, namun karena ada kendala sehingga tidak jadi dilaksanakan,” kata Syamsul.
“Untuk pertemuannya tidak perlu hari libur, mungkin habis Magrib bisa kita adakan pertemuan,” tambah Syamsul.
Ia menambahkan bahwa menurut informasi yang diperoleh, sebelumnya telah ada pengurus IKA Unhas Malut bahkan ada WA Grupnya, meskipun belum pernah bertemu dan berkomunikasi.
“Yang dulu ketua IKA Maluku Utara adalah Faturahman, namun saya belum pernah ketemu,” ujar Syamsul.
Kalau memang sudah ada yang terbentuk sebelumnya, lanjut Syamsul, tinggal kita rembuk kembali terus menyusun ulang strukturnya untuk diajukan ke Pengurus Pusat IKA Unhas.
“Justru itu memudahkan karena sudah ada data-datanya. Itu bisa dikomunikasikan dan pak Ansar bisa memfasilitasi untuk pertemuan,” kata Syamsul.
Semua alumni Unhas yang ada di Malut menginginkan segera terbentuknya pengurus IKA Unhas Malut secara sah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Oleh karena itu, pembentukan pengurus IKA Unhas Malut perlu eksekusi, jangan hanya sebatas diskusi. (rus)

