KABARIKA.ID, MAKASSAR– Suasana kekeluargaan langsung terasa saat Kepala SMA Negeri 2 Makassar, H. Syafruddin, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan pada pembukaan Tudang Sipulung Nasional (TSN) II Ikatan Alumni SMADA, Jumat malam (22/02/2026). Acara yang berlangsung di Fort Rotterdam itu dihadiri ribuan alumni lintas angkatan.
Dengan gaya santai namun penuh makna, Syafruddin membuka sambutannya melalui pantun. Sapaan puitis itu sontak disambut tepuk tangan meriah para alumni.
“Jalan-jalan ke Pantai Losari,
Singgah sebentar menikmati senja.
Alumni SMADA mari kembali,
Membangun sekolah dengan cinta dan karya,”
Pantun kedua yang dilontarkannya pun tak kalah hangat, sekaligus membangkitkan nostalgia:
“Burung camar terbang melayang,
Hinggap sejenak di pohon kelapa.
TSN 2 hadir mempererat sayang,
Untuk almamater yang selalu di dada.”
Tak sedikit alumni yang tersenyum, bertepuk tangan, hingga mengabadikan momen tersebut. Sambutan bernuansa kekeluargaan itu menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian acara.
Sekolah: Ruang Lahirnya Mimpi dan Persahabatan
Dalam sambutannya, Syafruddin mengungkapkan rasa syukur karena TSN II dapat mempertemukan kembali keluarga besar SMADA Makassar. Ia menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung, melainkan ruang lahirnya mimpi, persahabatan, perjuangan, dan cita-cita besar.
“Di ruang-ruang kelas sekolah ini lahir harapan dan cita-cita besar yang hari ini mengantarkan para alumni menjadi pemimpin, profesional, akademisi, pengusaha, dan pengabdi masyarakat,” ujarnya.
Kepala sekolah yang akrab disapa Syafruddin itu juga mengajak seluruh alumni untuk tidak melupakan almamater. Menurutnya, SMADA adalah rumah kedua yang telah membentuk karakter, disiplin, dan semangat juang para siswanya.
Kepedulian Tak Harus Berupa Materi
Dengan nada haru, Syafruddin menyampaikan bahwa kepedulian alumni terhadap sekolah tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Perhatian, motivasi, pengalaman, ide, hingga jaringan yang dimiliki alumni dinilainya sebagai kontribusi yang tak kalah besar.
“Kehadiran alumni adalah cahaya harapan bagi adik-adiknya yang sedang menempuh pendidikan hari ini,” tuturnya.
Ia meyakini, jika seluruh alumni bergerak bersama, SMADA akan terus tumbuh menjadi sekolah yang maju dan membanggakan. Baginya, kekuatan sebuah sekolah tidak hanya terletak pada megahnya bangunan, tetapi pada kuatnya ikatan hati antara sekolah dan alumninya.
TSN II: Awal Gerakan Besar Alumni
Syafruddin berharap Tudang Sipulung Nasional II tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau ajang reuni semata. Ia ingin kegiatan ini menjadi awal gerakan besar alumni untuk membersamai almamater dalam berbagai bentuk pengabdian.
“Mari kita tinggalkan jejak pengabdian agar generasi yang akan datang dapat merasakan manfaat dari kebersamaan yang kita bangun hari ini,” ajaknya.
Di akhir sambutan, Syafruddin mengingatkan bahwa sejauh apa pun langkah para alumni, nama SMADA akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
“Sekolah ini akan selalu bangga menyebut kita sebagai keluarganya,” ucapnya penuh haru. (*)

