KABARIKA.ID, MAKASSAR — Inisiator pembentukan IKA Unhas negara Timor Leste, Lucio Marçal Gomez melakukan kunjungan silaturahmi ke sekretariat PP IKA Unhas, Gedung AAS Building Lt. 3, Selasa siang (8/09/2026).
Ia datang beserta putrinya, yang masih berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Timor Leste.
Lucio disambut dan diterima oleh Direktur Eksekutif IKA Unhas, Salahuddin Alam, Sekjen IKA Unhas, Prof Murtir Jeddawi, Direktur AAS Foundation Rizky Mulyadi, dan beberapa pengurus IKA Unhas lainnya.
Lucio Marçal Gomez yang kini menjabat rektor East Timor Coffee Institute (ETCI), sebuah perguruan tinggi yang terletak di Ermera, Timor Leste, berada di Makassar untuk mengikuti upacara penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) oleh Universitas Hasanuddin (Unhas) kepada Perdana Menteri (PM) Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, pada Sabtu (5/09/2026).
Dalam kunjungannya ke sekretariat PP IKA Unhas, Lucio membicarakan rencana pelantikan pengurus IKA Unhas Timor Leste yang sudah terbentuk melalui Kongres pada bulan Desember 2025.
Lucio beserta pengurus IKA Unhas Timor Leste sangat berharap agar pelantikan nanti Ketua Umum (Ketum) IKA Unhas yang juga Menteri Pertanian RI, dapat hadir secara fisik di Timor Leste.
“Sebaiknya pak ketua kita, pak Menteri, hadir secara fisik karena banyak hal yang bisa kita bicarakan secara langsung dengan pak Menteri mengenai kerja sama di berbagai bidang yang bisa dilaksanakan IKA Unhas,” ujar Lucio.
Ia menegaskan bahwa yang paling penting dulu dilakukan adalah melegitimasi pembentukan IKA Unhas Timor Leste melalui pelantikan pengurus.
“IKA Unhas Timor Leste bisa berperan signifikan dalam membangun negara Timor Leste, karena sekarang banyak alumni Unhas yang memegang peranan penting dalam pemerintahan,” tambah Lucio.
Menurut Lucio, pemberian gelar kehormatan Dr. H.C. kepada PM Xanana merupakan satu poin penting sekaligus peluang untuk kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste.
Salah satunya adalah peluang impor beras Timor Leste dari Indonesia. Lucio mengatakan, produksi beras dalam negeri belum bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri, sehingga Timor Leste masih mengimpor beras dari Vietnam.
“Jika Pak Menteri Pertanian kita bisa hadir ke Timor Leste dan bisa berbicara langsung dengan Pak Xanana, tentu hasilnya bisa lebih baik karena itu adalah pembicaraan tingkat pemerintahan,” kata Lucio.
Jika IKA Unhas Timor Leste sudah sah, sudah dilantik, ada enam subsektor di bidang pertanian yang bisa dikerjasamakan antara IKA Unhas Timor Leste dengan Unhas atau dengan pemerintah Indonesia. Subsektor itu, antara lain perikanan, peternakan, dan perkebunan.
Melihat banyaknya potensi besar di berbagai bidang yang bisa dikembangkan oleh IKA Unhas, maka IKA Unhas Timor Leste bukan hanya menjadi tempat kumpul para alumni atau tempat reuni, tetapi lebih dari itu organisasi IKA Unhas akan menjadi motor penggerak kemajuan negara dan bangsa Timor Leste melalui kerja sama dan kolaborasi dengan Unhas maupun unsur pemerintahan di Indonesia.
Pertanian di Timor Leste merupakan sektor vital yang mempekerjakan sebagian besar penduduk dan menjadi tulang punggung perekonomian.
Sekitar 80% penduduk Timor Leste menggantungkan hidup dan bekerja di sektor pertanian.
Sektor ini mendominasi mata pecaharian sebagian besar rumah tangga di pedesaan Timor Leste.
Pada akhir perbincangannya dengan pengurus pusat, Lucio mengatakan bahwa pemberian gelar kehormatan oleh Unhas kepada PM Xanana merupakan momentum yang sangat bagus untuk IKA Unhas Timor Leste menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di Indonesia.
Momen kehadiran Lucio Gomez sebagai penasihat IKA Unhas Timor Leste di sekretarit PP IKA Unhas kemarin, juga momentumnya bagus.
Pada saat perbincangan sedang berlangsung, Ketum IKA Unhas Andi Amran Sulaiman menelepon Sekjen, Prof Murtir Jeddawi.
Prof sempat menyampaikan kepada Ketum bahwa saat ini pengurus IKA Unhas Timor berada di sekretariat untuk membicarakan rencana pelantikan.
“Oh iya, lantikmi segera,” ujar Prof Murtir menirukan ucapan Ketum IKA Unhas.
Sebelum meninggalkan sekretariat, Lucio sempat memberikan cendera mata kepada pengurus yang ada, berupa kain Tais dan topi bertuliskan Timor Leste.
Kain Tais adalah kain tradisional Timor Leste yang selalui dijadikan cendera mata kepada tamu-tamu kehormatan, termasuk tamu kenegaraan, sebagai pengikat persaudaraan.
Unesco telah mengesahkan kain Tais sebagai kain tradisional Timor Leste. (rus)

