Site icon KABARIKA

Proses Pemilihan Dimulai, 391 Dosen UNHAS Berpeluang Jadi Rektor

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Peluang untuk menduduki posisi tertinggi sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) terbuka luas bagi 391 dosen internal kampus. Mereka dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti kontestasi pemilihan Rektor UNHAS periode 2026–2030.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penyusun Peraturan Penyaringan Calon Rektor, Prof. Dr. Ir. Nasaruddin Salam, MT, dalam peluncuran tahapan pemilihan rektor yang digelar di Gedung Arsjad Rasjid Lecture Theaters, Kampus Unhas Tamalanrea, Senin (4/8/2025).

“Dari total 391 orang, mereka memenuhi kualifikasi seperti berpendidikan S3, berpangkat minimal Lektor Kepala atau Guru Besar, serta belum berusia 60 tahun per 28 April 2026,” jelas Prof. Nasaruddin.

Ia menambahkan bahwa minimal harus ada lima pendaftar untuk tahapan penjaringan dapat dilanjutkan. Jika belum terpenuhi, maka masa penjaringan akan diperpanjang selama 10 hari.

“Kalaupun tetap tidak mencapai lima, misalnya hanya ada tiga atau empat pendaftar, proses tetap akan berjalan. Kita tidak akan mengulang,” tegasnya.

Setiap pendaftar diwajibkan mengunggah 11 dokumen melalui laman resmi panitia. Dokumen tersebut mencakup surat pernyataan kesediaan mencalonkan diri, laporan beban kerja dosen (SKP), ijazah, hingga dokumen jabatan akademik.

Setelah proses penyaringan, hanya tiga calon terpilih yang akan diserahkan ke Majelis Wali Amanat (MWA). Dari tiga nama itu, satu akan ditetapkan sebagai rektor berdasarkan perolehan suara terbanyak.

Prof. Dr. Ir. Andi Niartiningsih, MP, salah satu anggota panitia, menjelaskan bahwa dalam pemilihan di MWA terdapat 17 suara aktif dari 19 anggota. Dua suara ex officio, yaitu dari rektor dan ketua senat, tidak digunakan dalam pemilihan karena telah digunakan pada tahap penyaringan di senat akademik.

“Jika pemilihan dilakukan dengan mekanisme musyawarah, maka hasilnya bisa bulat. Tapi jika dilakukan voting, maka 35 persen suara berasal dari Menteri,” ujarnya.

Perhitungan suara menteri ini setara dengan 9 suara dari total 25 jika mengacu pada 17 suara MWA aktif. “Itu yang akan menjadi akumulasi total suara dalam pemungutan,” imbuhnya.

Ketua Majelis Wali Amanat UNHAS, Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si, menyebut tahapan ini sebagai momentum penting bagi masa depan UNHAS.

“Kita berharap rektor yang terpilih nanti mampu membawa UNHAS ke tingkat lebih tinggi, baik dari segi kualitas guru besar, reputasi akademik nasional dan internasional, hingga kontribusi terhadap program-program strategis pemerintah,” sebutnya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses pemilihan. “Panitia harus melayani semua bakal calon secara adil, tanpa diskriminasi. Jangan memilih karena siapa dia, tapi karena kualitasnya,” tegasnya.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof. Dr. drg. Hasanuddin MS., Sp.Perio(K) menutup rangkaian peluncuran dengan komitmen kuat.

“Kami akan menjalankan proses ini secara profesional, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab—bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat,” ujarnya dengan penuh semangat.

Tahapan pemilihan rektor UNHAS akan berlangsung mulai dari penjaringan, penyaringan, pemilihan, hingga penetapan dan pelantikan yang dijadwalkan tuntas sebelum periode jabatan baru dimulai pada 2026. (*)

 

Exit mobile version